“Saya merasa sangat sedih dan kecewa waktu ayah tidak datang untuk menjadi wali menikahkan saya. Meskipun begitu, komunikasi kami tetap terjaga sampai tahun 2013,” katanya.
Tahun 2013 menjadi kabar terakhir keluarga mengenai keberadaan Afrizal. Berdasarkan informasi yang diterima Zulia dari istri ketiga ayahnya, Afrizal saat itu meninggalkan rumah dengan alasan hendak pergi bekerja. Namun, ia tidak pernah kembali sejak kepergian tersebut.
Zulia mengatakan, keluarga masih berupaya mencari informasi melalui kerabat dan anggota keluarga dari pihak istri kedua maupun ketiga Afrizal. Komunikasi di antara mereka tetap terjalin, tetapi hingga kini belum ada informasi yang memastikan keberadaan Afrizal.
Di tengah pencarian itu, kondisi ibu Afrizal yang kini berusia sekitar 80 tahun semakin mengkhawatirkan. Menurut Zulia, kesehatan neneknya mulai memburuk sejak awal Januari 2026. Saat ini, perempuan lansia tersebut lebih banyak terbaring di tempat tidur dan mengalami kesulitan membuka mata maupun berbicara.
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mulai dari makan dan minum hingga buang air, nenek Zulia membutuhkan bantuan keluarga.
Di tengah kondisi tersebut, Zulia mengaku sedih karena neneknya masih berulang kali memanggil nama Afrizal. Hampir 13 tahun tanpa pertemuan tidak membuat kerinduan sang ibu kepada anaknya itu surut.
“Saya sangat sedih melihat keadaan nenek. Meskipun keadaannya seperti itu, dia masih terus memanggil nama ayah,” kata Zulia.
Keluarga bahkan pernah mencoba menghadirkan salah seorang saudara Afrizal yang menurut Zulia memiliki wajah sangat mirip dengannya. Mereka berharap kehadiran orang tersebut dapat sedikit mengobati kerinduan sang nenek.




















