Pertemuan mereka baru terjadi ketika Zulia berusia sekitar sembilan tahun dan duduk di kelas III sekolah dasar di Padang Panjang. Saat itu, Afrizal tiba-tiba datang menemui mereka setelah sekian lama tidak berkomunikasi.
“Saat itu saya hanya bisa terdiam, dan tak bisa menjelaskan gimana rasa perasaan saya karena setelah saya dibawa pergi ibu, jangankan menemui, berkabar pun tidak pernah,” ujarnya.
Zulia mengatakan, dalam pertemuan tersebut, Afrizal meminta maaf kepada ibunya dan menyampaikan keinginan untuk kembali hidup bersama. Namun, permintaan itu ditolak. Menurut Zulia, kedua orang tuanya saat itu belum resmi bercerai.
Ia juga menyebut ibunya merupakan istri pertama Afrizal dan memiliki empat anak. Sementara itu, dari istri kedua, Afrizal memiliki empat anak, sedangkan dari istri ketiga memiliki seorang anak. Zulia mengaku mendapat informasi bahwa ayahnya juga memiliki tiga istri siri lainnya, tetapi ia tidak mengenal mereka karena tinggal di daerah berbeda.
“Setelah mendapat jawaban penolakan dari ibu, ayah pergi dari rumah dan kami tidak tahu dia pergi ke mana, hingga beberapa tahun kemudian” tuturnya.
Pada 2007, Zulia kembali mendapat kabar mengenai ayahnya. Saat itu, Afrizal disebut berada bersama istri ketiganya dalam kondisi sehat. Dari pernikahan tersebut, menurut Zulia, Afrizal memiliki seorang anak yang kini berusia sekitar 17 tahun.
Tiga tahun berselang, tepatnya pada 2010, Zulia mendatangi ayahnya menjelang pernikahannya. Pertemuan itu berlangsung di rumah istri ketiga Afrizal di Jorong Selawat Timur, Nagari Air Bangis. Kedatangannya saat itu bertujuan meminta izin kepada sang ayah untuk menikah.
Namun, ketika hari pernikahan tiba, Afrizal tidak datang untuk menjadi wali nikahnya. Meski kecewa, Zulia mengatakan komunikasi dengan ayahnya masih terjalin hingga 2013.



















