Akibat pengeroyokan tersebut, Hendra mengalami sejumlah luka lebam, terutama pada bagian punggung belakang dan betis.
Korban juga mengalami trauma pada bagian kepala yang menyebabkan telinganya berdengung hebat atau tinnitus. Selain itu, Hendra mengalami pusing berat hingga kesulitan berdiri.
Setelah pengeroyokan mereda, korban berusaha menyelamatkan diri dengan turun dari Pos 2 menggunakan sepeda motor.
Setibanya di bawah, keluarga menjemput Hendra yang disebut dalam kondisi setengah sadar. Korban kemudian dibawa ke fasilitas kesehatan.
Keluarga selanjutnya membawa Hendra ke RSUD Mohammad Natsir di Kota Solok untuk mendapatkan penanganan medis.
Tim medis juga menjadwalkan pemeriksaan rontgen untuk memastikan ada atau tidaknya patah tulang maupun kemungkinan cedera organ dalam.
Dilaporkan ke Polres Solok
Rivo mengatakan keluarga korban tidak terima dengan tindakan main hakim sendiri tersebut. Kasus pengeroyokan itu kemudian dilaporkan ke Mapolres Solok di Arosuka pada Minggu malam.
“Keluarga menuntut agar seluruh pelaku penyerangan diproses secara hukum,” ujar Rivo.
















