Sekitar pukul 17.00 WIB, Hendra mendapati rombongan pendaki yang baru hendak melakukan perjalanan menuju puncak Gunung Talang.
Hendra kemudian menegur rombongan tersebut karena waktu pendakian telah melewati ketentuan nagari yang melarang aktivitas pendakian setelah pukul 17.00 WIB demi keselamatan.
Selain pendaki, Hendra juga mengingatkan pedagang di sekitar lokasi agar ikut menjaga kebersihan kawasan pendakian.
“Pak Hendra mengingatkan aturan bahwa pendakian dilarang jika sudah lewat pukul lima sore. Beliau juga menegur soal sampah, tetapi para pendaki, pedagang, dan pengelola di lokasi sepertinya tidak terima karena merasa sudah membayar tiket registrasi di pos bawah,” kata Rivo.
Berujung Pengeroyokan
Teguran tersebut kemudian memicu perdebatan. Peristiwa adu argumen itu sempat direkam oleh rekan korban menggunakan telepon genggam.
Menurut Rivo, perdebatan tersebut kemudian berkembang menjadi provokasi hingga salah seorang pengelola menghubungi kelompoknya yang berada di pos bawah. Sekitar pukul 17.23 WIB, sejumlah orang yang disebut terdiri dari pengurus pos dan oknum tukang ojek datang ke Pos 2.
Rivo menyebut jumlah massa mencapai sekitar 20 orang. Setibanya di lokasi, mereka langsung menyerang Hendra.
“Massa datang beramai-ramai sekitar pukul setengah enam sore dan langsung mengeroyok Pak Hendra tanpa ada pembicaraan awal. Beberapa orang, terutama oknum ojek, memukul korban berulang kali menggunakan potongan batang kayu,” ungkap Rivo.
















