Kabarminang — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mencatat sebanyak 137 titik blank spot atau tidak ada jangkauan sinyal komunikasi hingga 2026. Dari total itu, Kabupaten Kepulauan Mentawai mencatat rekor tertinggi dengan 42 nagari.
Kepala Bidang Siber dan Sandi Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Sumatera Barat, Ronny, merinci jumlah itu tersebar di titik-titik yang berada di wilayah pinggiran dan pedalaman yang masih terisolasi dari akses komunikasi digital.
Ia merinci, titik itu yakni Kabupaten Kepulauan Mentawai sebanyak 42 nagari, Pesisir Selatan 11 nagari, Solok 5 nagari, Sijunjung 8 nagari, Tanah Datar 1 nagari, Padang Pariaman 15 nagari, Agam 7 nagari, Lima Puluh Kota 2 nagari, Pasaman 12 nagari, Solok Selatan 7 nagari, Dharmasraya 12 nagari, Pasaman Barat 6 nagari, Sawahlunto 8 nagari, dan Kota Padang Panjang 1 nagari.
Ia melanjutkan, untuk mengatasi hal itu Pemprov Sumbar telah berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) serta pihak penyedia layanan untuk membangun infrastruktur di daerah terpencil. Namun hal itu memerlukan investasi yang besar dan pertimbangan bisnis dari pihak swasta.
Sebagai langkah cepat mengatasi keterisolasian informasi, Ronny menyebutkan bahwa pemerintah mulai memanfaatkan inovasi berbasis ruang angkasa.
“Penggunaan teknologi satelit seperti Starlink telah mulai kami sediakan di beberapa titik sebagai solusi cepat bagi wilayah yang tidak mungkin ditarik kabel fiber optik atau dibangun menara,” ujarnya kepada Sumbarkita, Jumat (15/5).
Selain teknologi satelit, Ronny menegaskan bahwa pemerintah provinsi mengandalkan program Nagari Creative Hub (NCH) sebagai pilar solusi alternatif.
“Pemprov membangun NCH ini tidak hanya untuk menyediakan layanan internet gratis bagi warga, tetapi juga menjadi wadah edukasi digital di tingkat desa,” ujarnya.
















