Kabarminang — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menghadapi ancaman serius di ruang digital setelah sejumlah website organisasi perangkat daerah (OPD) dilaporkan mengalami sekitar 20 hingga 30 upaya serangan siber setiap hari yang berkaitan dengan konten judi online.
Kepala Bidang Siber dan Sandi Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Sumbar, Ronny, mengatakan situs tersebut dibobol oleh pihak luar.
Ia melanjutkan, kerentanan situs publik dimanfaatkan peretas untuk menyebarkan konten ilegal secara sistematis.
“Banyak situs web milik OPD di lingkungan Pemprov Sumbar menjadi sasaran peretasan untuk dijadikan situs judi online melalui metode phishing dan malware,” ujarnya kepada Sumbarkita, Jumat (15/5/2026).
Ia melanjutkan, untuk menyikapi serangan tersebut, tim siber di masing-masing situs dipaksa bekerja ekstra untuk menghapus jejak digital para pelaku.
“Masifnya serangan menunjukkan adanya upaya terorganisir untuk merusak domain pemerintah. Serangan siber dengan menempelkan skrip judi online pada situs pemerintah terjadi dengan frekuensi sekitar 20 hingga 30 serangan setiap harinya pada beberapa situs OPD,” ujarnya.
Lemahnya pertahanan siber di tingkat OPD membuat tim teknis harus melakukan penyisiran manual secara berkala guna menemukan skrip tersembunyi.
“Kita menggunakan teknik Google Dorking untuk melacak keberadaan konten judi online yang menyusup ke domain pemerintah dan melakukan evaluasi keamanan setiap hari,” tambah Ronny.















