Kabarminang – Suhu udara di sejumlah wilayah Sumatera Barat dalam beberapa hari terakhir terpantau berada pada kisaran tinggi, bahkan mencapai 31 derajat Celsius. Kondisi ini dipadukan dengan tingkat kelembapan yang tinggi, sehingga memicu rasa gerah yang lebih kuat dirasakan masyarakat.
Berdasarkan prakiraan cuaca Stasiun Meteorologi Kelas II Minangkabau, pada Sabtu (27/3/2026) pagi, suhu maksimum di sejumlah daerah seperti Dharmasraya, Pesisir Selatan, dan Kepulauan Mentawai tercatat berada pada kisaran 31 derajat Celsius. Sementara wilayah lain seperti Pasaman Barat, Agam, Tanah Datar, Solok, hingga Sijunjung juga berada di rentang tinggi, yakni hingga 30 derajat Celsius.
Di wilayah pesisir seperti Kota Padang, Padang Pariaman, dan Kota Pariaman, suhu berkisar antara 28 hingga 29 derajat Celsius. Meski sedikit lebih rendah, kondisi ini tetap terasa panas karena dipengaruhi kelembapan udara yang tinggi.
BMKG mencatat, tingkat kelembapan di hampir seluruh wilayah Sumatera Barat berada pada kisaran 75 hingga 99 persen. Kondisi ini membuat panas terasa lebih menyengat dibandingkan suhu yang terukur.
Kelembapan Tinggi Jadi Pemicu Utama Rasa Gerah
Secara ilmiah, kombinasi suhu tinggi dan kelembapan udara yang besar menyebabkan tubuh manusia kesulitan mendinginkan diri. Keringat yang seharusnya menguap justru tertahan, sehingga suhu tubuh terasa lebih panas.
Dalam kondisi tersebut, suhu yang secara angka berada di kisaran 30 derajat Celsius dapat dirasakan seperti di atas 33 hingga 35 derajat Celsius atau dikenal sebagai “real feel”.
Wilayah pesisir seperti Mentawai, Pesisir Selatan, hingga Kota Padang menjadi kawasan yang paling merasakan dampak ini. Selain suhu tinggi, kedekatan dengan laut membuat kadar uap air di udara lebih besar.
Sementara itu, wilayah dataran tinggi seperti Bukittinggi dan Padang Panjang relatif lebih sejuk, dengan suhu berkisar antara 18 hingga 25 derajat Celsius. Kondisi ini menjadikan daerah tersebut terasa lebih nyaman dibandingkan wilayah lain di Sumbar.
Minim Awan dan Peralihan Musim Perparah Kondisi
BMKG juga menjelaskan bahwa kondisi panas yang dirasakan saat ini dipengaruhi oleh minimnya tutupan awan di wilayah Sumatera Barat. Akibatnya, radiasi matahari langsung mencapai permukaan bumi tanpa banyak terhalang.
















