Sebelumnya, Kabupaten Agam dilaporkan mengalami 17 kali guncangan gempa dalam kurun waktu dua hari, yakni sejak Minggu (28/12/2025) hingga Senin (29/12/2025) pagi. Kekuatan gempa bervariasi dengan magnitudo berkisar antara 1,3 hingga 4,6.
Kepala BMKG Padang Panjang, Suaidi Ahadi menyebutkan, rangkaian gempa tersebut merupakan gempa tektonik dangkal yang dipicu oleh aktivitas Sesar Kajai–Talamau, yang merupakan bagian dari Sesar Sumatera.
“Ini merupakan gempa tektonik dangkal yang dipicu oleh aktivitas Sesar Kajai–Talamau, bagian dari Sesar Sumatera,” ujar Suaidi.
Menurutnya, aktivitas sesar tersebut berdampak terhadap ketidakstabilan wilayah perbukitan, khususnya di Kecamatan Palembayan. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan risiko lanjutan apabila dipengaruhi faktor cuaca.
“Apabila hujan terjadi selama enam jam berturut-turut, kondisi tanah yang tidak stabil tersebut dapat memicu terjadinya longsor di wilayah perbukitan Palembayan,” tutup Suaidi.
















