Kabarminang – Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sumatera Barat menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD Sumatera Barat, Ulak Karang Utara, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang, Senin (15/6/2026).
Berdasarkan pantauan di lokasi, ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Sumbar memadati halaman depan kantor DPRD Sumbar untuk menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah.
Massa aksi terlihat berdatangan menggunakan sepeda motor, satu unit mobil L300, serta berjalan kaki, termasuk mahasiswa dari Universitas Negeri Padang (UNP).
Dalam aksi tersebut, mahasiswa membawa berbagai atribut, seperti spanduk bertuliskan “Presiden Pakak, Pejabat Masih Khianat” dan bendera organisasi mahasiswa dari masing-masing kampus. Selain itu, massa juga membawa sebuah keranda yang di dalamnya terdapat balutan kain kafan bertuliskan “Apapun Kritikmu, Prabowo”.
Presiden Mahasiswa UNP, Farid Wajidi, menyampaikan sejumlah tuntutan yang diusung dalam aksi tersebut. Pada poin pertama, mahasiswa menuntut pemerintah menghentikan pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Selanjutnya, mahasiswa meminta pemerintah menghentikan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta program Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih).
Pada poin ketiga, massa aksi menuntut pemerintah membatalkan revisi Undang-Undang Kepolisian Republik Indonesia (UU Polri) yang saat ini menjadi sorotan publik.
Selain itu, mahasiswa mendesak pemerintah mengambil langkah konkret dan terukur untuk memperkuat nilai tukar rupiah serta menjaga stabilitas ekonomi nasional guna melindungi daya beli masyarakat.
Dalam tuntutan terakhir, mahasiswa mendesak Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk mengakui dan bertanggung jawab atas berbagai persoalan yang mereka nilai sebagai kegagalan tata kelola pemerintahan.
Aksi berlangsung dengan pengawalan aparat keamanan di sekitar kawasan DPRD Sumbar.
















