Senin, November 9, 2026
kabarminang.com
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Politik
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau
  • Ranah Minang
  • Kesehatan
  • Pendidikan
No Result
View All Result
kabarminang.com
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Politik
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau
  • Ranah Minang
  • Kesehatan
  • Pendidikan
kabarminang.com
No Result
View All Result
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Politik
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau
  • Ranah Minang
  • Kesehatan
  • Pendidikan
Home PT Semen Padang

PT Semen Padang: Jam Gadang di Bukittinggi Sangat Mungkin Dibangun dengan Semen Padang

Redaksi
Selasa, 23 Juni 2026 | 00:02
in PT Semen Padang
Seminar internasional tersebut digelar untuk memperingati 100 Tahun Jam Gadang di Bung Hatta Convention Hall, Bukittinggi, Sabtu (20/6/2026).

Seminar internasional tersebut digelar untuk memperingati 100 Tahun Jam Gadang di Bung Hatta Convention Hall, Bukittinggi, Sabtu (20/6/2026).

Share on FacebookShare on Twitter

Kabarminang – Narasi yang selama ini berkembang di tengah masyarakat bahwa Jam Gadang dibangun menggunakan putih telur sebagai perekat utama kembali mendapat perhatian dalam Seminar Internasional bertajuk “Memperkuat Hubungan Diplomatik Indonesia–Belanda melalui Jembatan Persahabatan Bukittinggi–Amsterdam”.

Seminar internasional tersebut digelar untuk memperingati 100 Tahun Jam Gadang di Bung Hatta Convention Hall, Bukittinggi, Sabtu (20/6/2026).

Seminar yang menghadirkan Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon sebagai keynote speaker itu, juga menghadirkan diskusi panel dengan narasumber Rektor Universitas YARSI Fasli Jalal, Diplomat Kementerian Luar Negeri Albert Abdi, dan Ahli Utama Kementerian Pariwisata Nia Niscaya. Sementara itu, Direktur Eksekutif Pusat Studi ASEAN Universitas Andalas Muhammad Yusra bertindak sebagai moderator.

Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias dalam sambutannya menyampaikan bahwa Bukittinggi memiliki posisi historis yang kuat dalam perjalanan bangsa. Menurutnya, sejarah tidak hanya untuk dikenang, tetapi juga menjadi pelajaran berharga sekaligus modal dalam membangun hubungan diplomasi dengan berbagai negara, termasuk Belanda.

Ia juga menawarkan sejumlah agenda kerja sama internasional, di antaranya pengembangan arsip digital sejarah Bukittinggi dan Indonesia–Belanda, jejaring penelitian internasional, pertukaran pelajar dan akademisi, pengembangan museum digital, penguatan ekonomi kreatif berbasis budaya, wisata sejarah, serta forum tahunan kota bersejarah dunia di Bukittinggi.

Duta Besar Kerajaan Belanda untuk Indonesia Marc Gerritsen melalui video yang diputar dalam seminar tersebut, menyampaikan bahwa Bukittinggi memiliki peran penting dalam sejarah Indonesia, termasuk sebagai bagian dari perjalanan Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI).

Hubungan Belanda dan Indonesia, khususnya Minangkabau, terus terjalin melalui pendidikan, budaya, dan ekonomi. Sementara itu, Jam Gadang menjadi simbol persahabatan yang telah menyaksikan berbagai peristiwa penting selama satu abad.

Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon mengapresiasi inisiatif Pemerintah Kota Bukittinggi dalam memperingati 100 Tahun Jam Gadang. Ia menilai peringatan ini tidak hanya memperkuat kesadaran sejarah dan budaya, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi serta berbagai dampak positif lainnya bagi masyarakat.

“Jam Gadang merupakan simbol perjalanan sejarah Minangkabau dan kemerdekaan Indonesia. Bukittinggi memiliki posisi penting dalam sejarah bangsa sebagai pusat Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI). Karena itu, identitas Bukittinggi sebagai Kota Perjuangan perlu terus dikedepankan,” ujarnya.

Direktur Keuangan PT Semen Padang Iskandar Z. Lubis yang menghadiri seminar tersebut menyampaikan pandangan menarik terkait sejarah pembangunan ikon Kota Bukittinggi itu.

Menurut Iskandar, kehebatan Jam Gadang sesungguhnya terletak pada kemampuannya bertahan hampir satu abad di kawasan yang sangat aktif secara seismik. Ketahanan tersebut, menurutnya, jauh lebih menarik untuk dikaji dibanding berbagai mitos yang selama ini berkembang, termasuk cerita penggunaan putih telur maupun penyebutan Jam Gadang sebagai kembaran Big Ben.

Sebagai salah satu wilayah yang berada di jalur patahan aktif dan kerap mengalami gempa bumi besar, Sumatera Barat menghadirkan tantangan tersendiri bagi bangunan-bangunan bersejarah. Namun hingga kini, Jam Gadang tetap menjadi ikon Kota Bukittinggi sekaligus bukti kualitas desain, material, dan konstruksi yang diterapkan pada masanya.

“Kehebatan Jam Gadang bukan pada mitos putih telur, bukan pula karena disebut kembaran Big Ben. Kehebatan sesungguhnya adalah kemampuannya bertahan 100 tahun di kawasan yang sangat aktif secara seismik. Itu merupakan bukti kualitas desain, material, dan konstruksi yang luar biasa,” ujar Iskandar.

Menurutnya, ketahanan struktur tersebut menunjukkan bahwa pembangunan Jam Gadang telah menerapkan pendekatan teknik konstruksi yang maju. Karena itu, sejarah bangunan tersebut perlu dipahami berdasarkan hasil kajian ilmiah dan penelitian, bukan semata-mata cerita yang berkembang secara turun-temurun.

Dalam sesi diskusi, Iskandar kemudian menyinggung salah satu narasi yang selama ini populer di masyarakat, yaitu penggunaan putih telur dalam pembangunan Jam Gadang.

Menurutnya, terdapat hasil penelitian yang justru menunjukkan fakta berbeda. Ia merujuk pada kajian The Construction and Structural Reliability of Jam Gadang yang dilakukan oleh Khadavi dan Yulcherlina dari Universitas Bung Hatta pada Jurnal Rekayasa Konstruksi Mekanika Sipil Vol. 1 No. 1 yang terbit pada Maret 2018.

Penelitian tersebut dilakukan setelah gempa besar Sumatera pada 2007 dan 2009. Meski sejumlah bangunan tua di sekitar Jam Gadang mengalami kerusakan berat, menara bersejarah itu tetap mampu mempertahankan integritas strukturnya. Kondisi tersebut mendorong dilakukannya investigasi menyeluruh untuk mengetahui sistem konstruksi sebenarnya serta tingkat keandalan bangunan tersebut.

“Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa Jam Gadang dibangun menggunakan teknologi beton bertulang (reinforced concrete) yang sudah sangat maju pada zamannya. Struktur bangunannya dilengkapi tulangan baja pada kolom, balok, hingga pelat lantai,” ujar Iskandar.

Ia menjelaskan, hasil pengujian dalam penelitian tersebut memperlihatkan kuat tekan beton mencapai sedikitnya 25 megapascal (MPa), angka yang bahkan masih memenuhi standar bangunan struktural modern saat ini.

“Kalau dikonversikan, kekuatan 25 MPa itu luar biasa untuk ukuran tahun 1926. Artinya, teknologi konstruksi yang digunakan saat itu sudah sangat maju,” katanya.

Iskandar menilai fakta tersebut memperlihatkan bahwa Sumatera Barat sejak awal telah memiliki sejarah panjang dalam penguasaan teknologi konstruksi modern.

Menurutnya, pembangunan Jam Gadang pada 1926 sangat mungkin memanfaatkan material semen karena PT Semen Padang telah lebih dahulu berdiri sejak 1910 melalui pembangunan pabrik semen pertama di Indarung, Kota Padang.

“Sebenarnya hal itu tidak aneh. Sumatera Barat dari dulu memang sudah hebat. Tahun 1910 di Indarung sudah berdiri pabrik semen, kemudian tahun 1926 Jam Gadang dibangun. Sangat logis apabila teknologi beton bertulang telah digunakan. Namun, tentu untuk memastikan keterkaitan penggunaan semen tersebut masih diperlukan kajian sejarah yang lebih mendalam,” jelasnya.

Menurut Iskandar, temuan-temuan sejarah dan teknis tersebut semestinya tidak berhenti sebagai bahan diskusi akademik, tetapi juga dapat menjadi fondasi pengembangan wisata sejarah dan industri di Sumatera Barat.

Iskandar juga mengusulkan agar wisata warisan budaya (heritage tourism) Sumatera Barat dikembangkan secara terintegrasi dengan menghubungkan Jam Gadang, Warisan Dunia UNESCO Ombilin Sawahlunto, Indarung I yang telah menjadi Cagar Budaya Nasional dan arsipnya diakui UNESCO Memory of the World Asia-Pacific, serta Teluk Bayur atau Emmahaven sebagai gerbang perdagangan internasional.

“Dengan demikian, wisatawan dapat menikmati kisah utuh perjalanan Sumatera Barat: batubara dari Sawahlunto, semen dari Indarung, distribusi melalui Teluk Bayur, dan kemajuan zamannya yang tercermin dalam Jam Gadang. Jika Jam Gadang adalah ikon waktunya, maka Sawahlunto, Indarung, dan Teluk Bayur adalah saksi industrialisasi dan peradabannya,” ujar Iskandar.

Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa, pertama, Jam Gadang sangat aman secara struktural karena tidak ditemukan kerusakan struktural yang signifikan setelah gempa besar Sumatera pada 2007 dan 2009.

Kedua, hasil investigasi mengonfirmasi bahwa struktur utama bangunan menggunakan sistem beton bertulang, sehingga membantah berbagai anggapan yang berkembang selama ini mengenai konstruksi Jam Gadang. Ketiga, pondasi bangunan masih sangat baik. Tidak ditemukan indikasi penurunan maupun kerusakan pondasi. Keempat, tidak diperlukan penguatan struktur. Pada tahap rehabilitasi saat ini, penambahan atau perkuatan struktur belum diperlukan. Kelima, fokus konservasi lebih diarahkan pada perlindungan elemen arsitektur, pengurangan beban bangunan, pembatasan jumlah pengunjung, serta monitoring berkala terhadap kondisi struktur.

Selain meluruskan sejarah konstruksi, Iskandar juga memberikan catatan terhadap narasi yang kerap mengaitkan Jam Gadang dengan menara jam terkenal Big Ben di London.

Menurutnya, berdasarkan berbagai referensi sejarah, mesin Jam Gadang diproduksi oleh Benhard Vortmann di Recklinghausen, Jerman, sedangkan Big Ben menggunakan mekanisme yang dibuat oleh Dent & Co. di London, Inggris.

“Jadi, sebenarnya kedua jam tersebut dibuat oleh perusahaan yang berbeda. Karena itu, penting bagi kita untuk menyampaikan sejarah berdasarkan fakta agar tidak menimbulkan kesalahpahaman,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa penulisan angka Romawi IIII pada sisi jam bukanlah sebuah kekeliruan ataupun keunikan yang hanya dimiliki Jam Gadang. Penulisan tersebut merupakan praktik yang lazim digunakan pada berbagai menara jam klasik di Eropa sebagai bagian dari tradisi estetika dan keseimbangan visual.

Menanggapi hal tersebut, Ahli Utama Kementerian Pariwisata Nia Niscaya mengatakan bahwa pertanyaan Direktur Keuangan PT Semen Padang akan menjadi masukan untuk menambah pengetahuan ke depannya.

“Ini akan menjadi masukan yang positif bagi kami,” ujarnya.

Kisah penggunaan putih telur dalam pembangunan Jam Gadang telah menjadi cerita yang diwariskan secara turun-temurun dan bahkan sering disampaikan kepada wisatawan. Namun, berbagai penelitian menunjukkan bahwa cerita tersebut lebih tepat dipahami sebagai bagian dari folklor masyarakat, bukan sebagai fakta utama konstruksi bangunan.

Cerita sejarah lain justru menunjukkan besarnya kontribusi masyarakat lokal dalam pembangunan Jam Gadang. Vesco Datuak Rajo Mangkuto, keturunan A Datuak Rajo Dilangik yang dikenal sebagai pemasok bata merah pembangunan Jam Gadang, menceritakan bahwa bata diproduksi secara tradisional menggunakan tanah liat yang diolah dengan bantuan kerbau. Sebelum digunakan, setiap bata diuji kualitasnya dengan cara dijatuhkan dari pedati untuk memastikan hanya bata terbaik yang dipakai dalam pembangunan.

Dari penelusuran sejarah lokal, A Datuak Rajo Dilangik pernah dianugerahi bintang emas tokoh daerah oleh Wali Kota Bukittinggi, sebagai pengakuan kontribusinya.

Memasuki usia satu abad pada 2026, Jam Gadang tetap berdiri kokoh sebagai ikon Kota Bukittinggi sekaligus saksi perkembangan teknologi konstruksi di Indonesia. Menara setinggi sekitar 28,3 meter itu telah bertahan menghadapi berbagai gempa besar yang melanda Sumatera Barat.

Bagi PT Semen Padang, fakta sejarah tersebut menjadi pengingat bahwa perjalanan industri semen nasional telah beriringan dengan lahirnya berbagai bangunan bersejarah di Indonesia.

Di sisi lain, diskusi yang berkembang dalam seminar internasional itu memperlihatkan pentingnya membangun narasi sejarah berbasis penelitian ilmiah sehingga warisan budaya tidak hanya dikenang melalui legenda, tetapi juga dipahami melalui fakta, ilmu pengetahuan, dan pencapaian teknologi pada zamann


Tags: arsitektur kolonialbeton bertulangBig BenBukittinggiFadli ZonJam Gadangkonstruksi bangunanNgarai SianokPDRIPT Semen Padangputih telursejarah SumbarSeminar InternasionalWarisan Budayawisata sejarah
ShareTweetPin

Berita Terkait

PT Semen Padang Raih Penghargaan IJTI Sumbar atas Aksi Nyata Penanggulangan Bencana

PT Semen Padang Raih Penghargaan IJTI Sumbar atas Aksi Nyata Penanggulangan Bencana

28 Oktober 2026
PT Semen Padang Perkuat Kapasitas Pengurus Forum Nagari untuk Optimalkan Program BMN

PT Semen Padang Perkuat Kapasitas Pengurus Forum Nagari untuk Optimalkan Program BMN

28 Oktober 2026
50 Siswa Kurang Mampu di Indarung Terima Bantuan Pendidikan dari PT Semen Padang

50 Siswa Kurang Mampu di Indarung Terima Bantuan Pendidikan dari PT Semen Padang

25 Oktober 2026
Conveyor Belt PT Semen Padang Terbakar, Satu Jalur Sepanjang 105 Meter Rusak

Conveyor Belt PT Semen Padang Terbakar, Satu Jalur Sepanjang 105 Meter Rusak

15 Oktober 2026
Akademi Jago Bangunan PT Semen Padang Hadir di Bengkulu Selatan, 101 Tukang Ikuti Sertifikasi Kompetensi

Akademi Jago Bangunan PT Semen Padang Hadir di Bengkulu Selatan, 101 Tukang Ikuti Sertifikasi Kompetensi

11 Oktober 2026
Sambut HUT ke-26, FKIKSP Salurkan Bantuan Rp10,23 Juta untuk Panti Asuhan Al Hurul Ain

Sambut HUT ke-26, FKIKSP Salurkan Bantuan Rp10,23 Juta untuk Panti Asuhan Al Hurul Ain

11 Oktober 2026
Next Post
Menatap Tantangan Kelistrikan Kedepan, PLN UID Sumbar Lakukan Kunjungan Strategis ke PT Supreme Energy Muara Labuh

Menatap Tantangan Kelistrikan Kedepan, PLN UID Sumbar Lakukan Kunjungan Strategis ke PT Supreme Energy Muara Labuh

Tinggalkan Komentar

Terpopuler

5 Perusahaan Travel Umrah di Sumbar Tak Berizin Berangkatkan Jemaah, Ini Nama-Namanya

5 Perusahaan Travel Umrah di Sumbar Tak Berizin Berangkatkan Jemaah, Ini Nama-Namanya

3 November 2026

Heboh Penampilan Tarian Erotis pada Orgen Tunggal di Acara Baralek Solok Selatan

Heboh Penampilan Tarian Erotis pada Orgen Tunggal di Acara Baralek Solok Selatan

8 November 2026

Lewat Jam Bertamu, Sepasang Mahasiswa di Padang Digerebek Warga dan Didenda 15 Sak Semen

Lewat Jam Bertamu, Sepasang Mahasiswa di Padang Digerebek Warga dan Didenda 15 Sak Semen

2 November 2026

Polres Pariaman Tangkap Pemilik Akun Salman Chan atas Dugaan Pencemaran Nama Baik

Polres Pariaman Tangkap Pemilik Akun Salman Chan atas Dugaan Pencemaran Nama Baik

4 November 2026

Rumah Lansia di Tanah Datar Dibobol Maling, Uang dan Emas Senilai Rp45 Juta Raib

Rumah Lansia di Tanah Datar Dibobol Maling, Uang dan Emas Senilai Rp45 Juta Raib

2 November 2026

Butuh Uang Bayar Kos, PSK di Tanah Datar Minta Carikan Pelanggan, Muncikarinya Ditangkap

Butuh Uang Bayar Kos, PSK di Tanah Datar Minta Carikan Pelanggan, Muncikarinya Ditangkap

1 November 2026

Pura-Pura Minta Tumpangan, Pria di Sijunjung Curi Motor Kenalannya, Ditangkap di Dharmasraya

Pura-Pura Minta Tumpangan, Pria di Sijunjung Curi Motor Kenalannya, Ditangkap di Dharmasraya

1 November 2026

Berita Terkini

Kedapatan Panen Sawit Orang, Maling di Dharmasraya Ditangkap Polisi

Kedapatan Panen Sawit Orang, Maling di Dharmasraya Ditangkap Polisi

8 November 2026

Sepasang Siswa Sebuah SMKN Digerebek Warga Saat Berpelukan di Emperan Ruko di Bukittinggi

Sepasang Siswa Sebuah SMKN Digerebek Warga Saat Berpelukan di Emperan Ruko di Bukittinggi

8 November 2026

Perempuan 78 Tahun Ditemukan Tewas di Padang, Kaki dan Mulut Terikat Lakban

Perempuan 78 Tahun Ditemukan Tewas di Padang, Kaki dan Mulut Terikat Lakban

8 November 2026

Viral Nenek Minta Bantuan dari Rumah ke Rumah di Padang, Warga Sebut Diantar Pengendara Motor

Viral Nenek Minta Bantuan dari Rumah ke Rumah di Padang, Warga Sebut Diantar Pengendara Motor

8 November 2026

Minta Uang Beli Sabu-Sabu, Pemuda di Dharmasraya Ancam Ayah Pakai Senjata Tajam

Minta Uang Beli Sabu-Sabu, Pemuda di Dharmasraya Ancam Ayah Pakai Senjata Tajam

8 November 2026

Geger! Sesosok Mayat Ditemukan di Padang, Dikabarkan Mulut Tertutup Lakban

Geger! Sesosok Mayat Ditemukan di Padang, Dikabarkan Mulut Tertutup Lakban

8 November 2026

Informasi

  • Privacy Policy
  • Redaksi & Perusahaan
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Berita

  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Ranah Minang
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau

© 2026 Kabarminang.com  All right reserved

  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Ranah Minang
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Redaksi & Perusahaan
  • Tentang Kami

© 2026 Kabarminang.com All right reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Redaksi & Perusahaan
  • Tentang Kami

© 2025 KabarMinang.com.