Prof Asrorun Niam dikenal sebagai ulama, akademisi, sekaligus pakar hukum Islam yang telah lama berkecimpung dalam bidang fikih dan fatwa keagamaan di Indonesia.
Saat ini ia menjabat sebagai Ketua MUI Bidang Fatwa, posisi yang memiliki peran penting dalam pembahasan dan penyusunan pandangan keagamaan MUI terhadap berbagai isu yang berkembang di masyarakat.
Di dunia akademik, ia merupakan Guru Besar Ilmu Fikih Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta.
Selain aktif di MUI, Niam juga memiliki rekam jejak panjang di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU). Ia tercatat sebagai Katib Suriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Sebelumnya, ia juga aktif dalam organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan NU. Niam pernah menjabat Ketua Umum Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jakarta periode 1998–1999 dan pernah menjadi Ketua PP Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU).
Tak hanya di bidang keagamaan dan akademik, Niam juga dipercaya mengemban tugas di sektor badan usaha milik negara (BUMN). Saat ini ia tercatat sebagai Komisaris PT Jasa Marga.
Dengan latar belakang sebagai ulama, akademisi, aktivis organisasi Islam, dan pejabat di lingkungan BUMN, pandangan Prof Asrorun Niam terhadap berbagai isu keagamaan kerap menjadi perhatian publik.
Terbaru, pernyataannya mengenai pengadaan sapi kurban Presiden melalui APBN kembali menempatkan namanya dalam sorotan nasional menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.















