Kabarminang – Strategi pembangunan sumber daya manusia yang dijalankan Pemerintah Kota Padang mendapat ruang untuk diperkenalkan di forum internasional. Berbagai program yang berfokus pada pendidikan, kesehatan, dan penguatan karakter masyarakat dipaparkan dalam International Conference on the Social Dimensions of Sustainable Development in Southeast Asia (ICSSD-SEA) 2026 di Convention Hall Universitas Andalas (Unand), Selasa (14/7/2026).
Forum yang mempertemukan akademisi, peneliti, dan praktisi dari sejumlah negara di Asia Tenggara hingga Australia itu menjadi ruang berbagi pengalaman mengenai praktik pembangunan berkelanjutan. Pemerintah Kota Padang memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperkenalkan berbagai kebijakan yang selama ini dijalankan dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Wali Kota Padang Fadly Amran yang tampil sebagai keynote speaker menjelaskan bahwa pembangunan berkelanjutan tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kemampuan daerah menghadirkan layanan pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat yang mampu menjangkau seluruh lapisan warga.
Menurutnya, investasi pada kualitas manusia menjadi fondasi penting bagi pembangunan jangka panjang. Karena itu, berbagai Program Unggulan (Progul) Pemerintah Kota Padang dirancang untuk memperluas akses layanan dasar sekaligus mendorong lahirnya generasi yang memiliki daya saing.
Salah satu program yang diperkenalkan adalah Padang Juara, yang membuka akses pendidikan lebih luas, termasuk kesempatan belajar di luar negeri bagi mahasiswa asal Kota Padang.
“Tahun ini Pemerintah Kota Padang mengirim sekitar 60 mahasiswa untuk melanjutkan pendidikan di berbagai universitas di Provinsi Guangdong dan Beijing, Tiongkok. Kami juga tengah menyiapkan pengiriman mahasiswa ke sejumlah universitas di Malaysia,” ujar Fadly.
Selain membuka peluang studi internasional, Pemerintah Kota Padang juga menjalankan kebijakan pemberian seragam sekolah dan Lembar Kerja Siswa (LKS) gratis. Program tersebut diarahkan untuk mengurangi beban ekonomi keluarga sekaligus memperluas kesempatan anak-anak memperoleh pendidikan tanpa terkendala biaya perlengkapan sekolah.
Pada sektor kesehatan, pemerintah memperkenalkan Padang Melayani, yang mengintegrasikan berbagai layanan perlindungan sosial, mulai dari BPJS Kesehatan Gratis, layanan Dokter Warga, hingga perluasan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.
“Kami menargetkan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan dapat menjangkau hingga 37.000 penerima manfaat dalam empat tahun mendatang,” jelasnya.
Tidak hanya menonjolkan layanan publik, Pemerintah Kota Padang juga memperkenalkan pendekatan pembangunan yang memadukan kebijakan modern dengan nilai-nilai lokal. Melalui program Smart Surau, pemerintah mendorong penguatan pendidikan karakter generasi muda berbasis masjid. Sementara Dubalang Kota dikembangkan untuk menghidupkan kembali semangat kepemimpinan kolaboratif yang bertumpu pada falsafah tungku tigo sajarangan melalui sinergi pemerintah, ulama, ninik mamak, dan kalangan intelektual.
Pendekatan tersebut, menurut Fadly, menjadi bagian dari upaya membangun masyarakat yang tidak hanya memiliki daya saing, tetapi juga tetap berakar pada identitas budaya daerah sebagai modal sosial pembangunan berkelanjutan.
Konferensi yang diselenggarakan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Andalas itu menghadirkan peserta dari Indonesia, Malaysia, Thailand, Laos, hingga Australia. Berbagai hasil penelitian dan praktik pembangunan dipresentasikan sebagai bahan pertukaran pengalaman antarlembaga dan antarnegara.
Mewakili Ketua Panitia ICSSD-SEA 2026, Andri Rusta mengatakan konferensi tersebut diharapkan menjadi ruang yang mampu mempertemukan dunia akademik dengan praktik pembangunan di lapangan sehingga menghasilkan kolaborasi yang lebih luas.
“Kami berharap konferensi ini tidak hanya menjadi wadah mempresentasikan hasil penelitian, tetapi juga menjadi ruang membangun kolaborasi nyata serta memperkuat jejaring akademik di Asia Tenggara dan tingkat global,” ujar Andri.
Partisipasi Pemerintah Kota Padang dalam forum tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan berbagai inovasi pembangunan daerah kepada komunitas akademik internasional. Selain membuka ruang pertukaran gagasan, forum itu juga diharapkan memperluas peluang kolaborasi dengan perguruan tinggi, lembaga penelitian, dan mitra internasional dalam mendukung pembangunan yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.
















