“Namun, kita harus mengakui bahwa terlalu lama kekayaan kita tidak sepenuhnya bisa dimanfaatkan untuk kemakmuran rakyat. Terlalu lama sebagian nilai tambah atas sumber daya kita dinikmati di luar negeri. Terlalu lama rakyat kita hanya menjadi penonton di atas kekayaan bangsanya sendiri,” ujarnya.
Karena itu, Prabowo menegaskan pemerintah akan terus mendorong transformasi ekonomi nasional agar kekayaan alam Indonesia mampu memberikan nilai tambah yang lebih besar di dalam negeri.
Menurutnya, arah pembangunan ekonomi ke depan harus berlandaskan nilai-nilai Pancasila, sehingga hasil pembangunan tidak hanya dinikmati kelompok tertentu, tetapi dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat.
“Tugas saya untuk melakukan transformasi bangsa, terutama transformasi ekonomi nasional kita. Transformasi dari ekonomi yang belum sepenuhnya berdasarkan Pancasila, menuju ekonomi yang sungguh-sungguh berdasarkan Pancasila,” tutur Prabowo.
Ia menegaskan bahwa pengelolaan sumber daya alam Indonesia harus mampu menciptakan kesejahteraan yang lebih adil bagi rakyat sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi nasional di tengah persaingan global yang semakin ketat.
Komitmen tersebut, kata Prabowo, menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan kekayaan alam Indonesia tidak hanya menjadi potensi, tetapi benar-benar menjadi sumber kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia.















