Kabarminang — Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan sekolah-sekolah di Indonesia untuk menerapkan pembelajaran bahasa Prancis. Hal itu disampaikannya ketika berjumpa dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Élysée di Paris, Prancis, pada Kamis (28/5).
Prabowo mengklaim bahwa hubungan bilateral Indonesia dan Prancis di berbagai sektor dalam keadaan yang sangat baik. Ia mengaku ingin meningkatkan kerja sama di bidang pendidikan.
“Sekarang saya sudah instruksikan bahwa semua tingkatan sekolah-sekolah Indonesia harus belajar bahasa Prancis, melihat perkembangan dunia ke depan. Kita yakin dalam keadaan global yang penuh ketidakpastian, ketenangan, konflik, kedua negara kita bisa memainkan peran yang positif,” kata Prabowo dilihat melalui YouTube Sekretariat Presiden.
Pada kesempatan itu, Prabowo mulanya menyampaikan penghargaan atas penerimaan yang baik dan penuh kehormatan bagi dirinya dan delegasi RI. Ia mngaku sudah tiga kali berkunjung ke Prancis.
“Sebagaimana diketahui, tahun ini saja saya sudah tiga kali ke Prancis,” ujarnya.
Ia menyebut, pada 2025, Indonesia diundang menghadiri Parade Militer Bastille Day 2025 sebagai tamu kehormatan. Menurut Prabowo, RI merupakan negara Asia pertama yang mengikuti perayaan tersebut.
“Tahun lalu, Indonesia mendapatkan kehormatan besar diundang bisa ikut dalam défilé 14 Juli, hari kebangsaan bagi Republik Prancis. Ini saya kira kehormatan sangat besar, mungkin kita negara Asia pertama yang diundang,” tuturnya.















