“Tadi yang dicoba diledakkan ada satu, terus yang tiga belum diledakkan,” ujar Apri.
Ledakan tersebut terjadi di area depan ruang kelas XII sekitar pukul 10.15 WIB. Berdasarkan hasil penyelidikan awal, benda yang meledak diduga merupakan bom rakitan berdaya ledak rendah.
Meski demikian, polisi memastikan insiden tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka.
Menurut Apri, hasil pemeriksaan sementara menunjukkan pelaku merupakan seorang siswa kelas XII berinisial R. Polisi menduga aksi tersebut dipicu rasa tertekan akibat sering menjadi korban perundungan di lingkungan sekolah.
“Berdasarkan hasil penyelidikan awal, pelaku merupakan seorang siswa kelas XII berinisial R yang diduga nekat melakukan aksinya karena merasa tertekan akibat sering menjadi korban perundungan,” katanya.
Ia menjelaskan, sasaran peledakan diduga adalah teman pelaku yang disebut kerap melakukan perundungan terhadapnya.
“Iya, jadi sengaja diledakkan di dalam ransel untuk mencelakai temannya,” ujarnya.
Meski proses hukum terus berjalan, Apri menegaskan kepolisian juga mengedepankan pendekatan psikologis terhadap pelaku karena masih berstatus anak dan diduga menjadi korban perundungan.
“Ke depan kita akan melakukan langkah-langkah. Anak ini sebenarnya korban. Kita akan mencoba memulihkan semangatnya sehingga tidak ada lagi rasa emosi dan sebagainya. Kemudian kita akan melakukan pendekatan karena anak ini korban dari bullying sehingga membuat seperti itu,” katanya.














