“Sopir Kijang LGX terkejut karena memang dia punya riwayat penyakit jantung. Dia baru keluar dari rumah sakit dan dipasang ring di jantungnya,” tutur Hendra.
Karena tak jadi menyalip, kata Hendra, sopir travel tidak senang terhadap sopir Kijang LGX. Sopir travel kembali mencoba menyalip hingga berhasil, lalu menghentikan Kijang LGX di pinggir jalan. Kedua pihak lalu cekcok mulut.
Hendra mengatakan bahwa cekcok kedua pihak itu berlanjut saat mereka bertemu di kawasan Sibunbun, masih di Pangkalan. Saat itu sepuluh mobil travel menghentikan Kijang LGX tersebut.
“Mereka adu mulut hingga berujung pada saling dorong. Akibatnya, ada seorang dari rombongan Kijang LGX yang jatuh dan perutnya terluka kena kayu. Situasi semakin memanas ketika salah seorang sopir travel bernama Ferli turun dari mobil dan melakukan intimidasi. Sementara itu, dari pihak Kijang LGX terdapat penumpang yang sempat mengambil besi dari dalam mobil dengan maksud membubarkan kerumunan,” ucap Hendra.
Saat tiba di Rumah Makan Payung Sekaki, kata Hendra, rombongan Kijang LGX melihat Ferli, sopir travel Daihatsu Luxio, seorang diri, tanpa ada teman sopir travel lain. Ia menyebut bahwa sekitar sembilan orang dari rombongan Kijang LGX tersebut kemudian turun dan mengeroyok Ferl. Akibatnya, katanya, korban terluka di wajah dan tubuhnya.
Setelah melakukan pengeroyokan, kata Hendra, orang-orang yang berada di dalam mobil Kijang LGX dan Gran Max kabur ke arah pintu tol Pekanbaru di Kabupaten Kampar, Riau. Karena takut, mereka menabrak portal tol sehingga membuat portal tersebut rusak. Akibatnya, mereka dibawa oleh angota Polsek Tambang.
“Kepada anggota Polsek Tambang, mereka mengaku takut dikejar oleh sopir travel. Setelah menyelesaikan masalah itu di polsek, mereka pergi,” ucap Hendra.
Sementara itu, sopir travel Daihatsu Luxio kembali ke Pangkalan untuk melaporkan pengeroyokan tersebut ke polsek setempat. Hendra menyebut bahwa sopir itu melapor pukul 5.30 WIB. Setelah melapor, katanya, anggota polsek membawanya untuk visum di puskesmas.















