Kabarminang – PT PLN (Persero) UID Sumatera Barat menyampaikan proses pemulihan sistem kelistrikan di Sumatera Barat masih terus berlangsung secara bertahap pascagangguan sistem interkoneksi Sumatera yang terjadi sejak Jumat malam (22/5/2026).
Dalam pemberitahuan resmi yang dirilis Sabtu (23/5/2026) pukul 16.40 WIB, PLN menyebut pihaknya masih menunggu tambahan pasokan daya dari sistem kelistrikan Sumatera Bagian Selatan (SBS) hingga sekitar pukul 19.00 WIB.
Selain itu, PLN juga tengah menunggu proses sinkronisasi pembangkit PLTU Teluk Sirih dan PLTU Ombilin yang ditargetkan selesai hingga pukul 21.00 WIB.
“Apabila kondisi tersebut belum dapat terpenuhi sesuai kebutuhan sistem, maka akan dilakukan manajemen beban (manual load shedding/MLS) sementara di sejumlah wilayah di Sumatera Barat guna menjaga kestabilan sistem kelistrikan,” tulis PLN dalam keterangannya.
PLN menjelaskan saat ini kondisi kecukupan daya baru mencapai sekitar 70 persen dari total kemampuan sistem dan masih membutuhkan tambahan daya sekitar 240 megawatt (MW). Jadwal pemadaman bergilir atau manual load shedding disebut akan diumumkan lebih lanjut apabila diperlukan.
General Manager PT PLN (Persero) UID Sumatera Barat, Ajrun Karim, sebelumnya memastikan seluruh personel PLN terus bersiaga penuh guna mempercepat proses pemulihan sistem kelistrikan di Sumbar.
PLN juga terus mengoptimalkan seluruh upaya penormalan agar pasokan listrik dapat kembali normal secepatnya.
“PLN memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi serta mengucapkan terima kasih atas kesabaran dan pengertian masyarakat selama proses normalisasi sistem kelistrikan berlangsung,” demikian pernyataan PLN.
Sebelumnya, gangguan sistem interkoneksi Sumatera terjadi pada Jumat malam pukul 18.44 WIB akibat cuaca buruk yang memicu gangguan pada Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 275 kV Muara Bungo–Sungai Rumbai di Jambi. Gangguan tersebut berdampak luas terhadap sistem transmisi dan pembangkitan listrik di sejumlah wilayah Sumatera, termasuk Sumatera Barat.
















