“Data pendapatan ini sangat krusial. Jika responden mengosongkan bagian tersebut, tujuan utama kita untuk memetakan ketajaman struktur ekonomi daerah tidak akan bisa tercapai dengan maksimal,” tuturnya.
Guna mengantisipasi potensi penolakan yang meluas akibat pengaruh konten digital, kata Hasanudin, BPS Sumbar menerapkan standar operasional yang ketat bagi tim lapangan. Jika menghadapi respons defensif atau penolakan, petugas diminta tetap tenang, sopan, tidak melakukan pemaksaan, dan menjadwalkan ulang kunjungan.
Hasanudin menyampaikan bahwa BPS Sumbar juga mengintensifkan pemantauan lapangan hampir setiap hari guna mengevaluasi dinamika yang berkembang. Pihak manajemen bahkan melakukan pendampingan langsung ke sejumlah wilayah khusus, termasuk kompleks perwira dan prajurit lanud, untuk memperkuat sosialisasi.
Menurut Hasanudin, guna memitigasi risiko kerja di tengah situasi lapangan yang dinamis, semua petugas sensus kini telah dibekali dengan perlindungan asuransi BPJS Ketenagakerjaan. Pihaknya memberikan jaminan itu untuk mengamankan hak-hak pekerja selama proses pengumpulan data berlangsung.
Sebagai informasi teknis, Hasanudin menambahkan bahwa durasi normal wawancara untuk setiap responden berkisar antara 30 hingga 40 menit. Proses pengumpulan data itu dapat memakan waktu lebih lama apabila sektor usaha yang didatangi memiliki struktur manajemen dan keuangan yang kompleks.
















