Kabarminang – Perjuangan Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, dalam mendorong peremajaan perkebunan kelapa sawit rakyat membuahkan hasil. Tiga kelompok tani di Kecamatan Asam Jujuhan memperoleh alokasi Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) dengan total luas lahan mencapai 223,4881 hektare dan dukungan pembiayaan sekitar Rp13,4 miliar.
Bantuan tersebut menjadi peluang bagi petani untuk meningkatkan produktivitas perkebunan sekaligus memperbaiki kesejahteraan keluarga. Dengan dukungan pembiayaan Rp60 juta per hektare, program ini diharapkan membantu pekebun mengganti tanaman sawit yang sudah tua atau tidak produktif dengan tanaman baru yang lebih potensial.
Alokasi PSR tersebut merupakan salah satu hasil upaya Pemerintah Kabupaten Dharmasraya dalam memperjuangkan dukungan pemerintah pusat bagi perkebunan rakyat. Program ini dinilai strategis mengingat kelapa sawit menjadi salah satu komoditas yang menopang perekonomian masyarakat di daerah tersebut.
Tiga kelompok tani penerima bantuan masing-masing Kelompok Tani Asam Sakti Sejahtera dengan luas lahan 70,8582 hektare, Kelompok Tani Sungai Gelegah Mandiri seluas 57,7299 hektare, dan Kelompok Tani Sungai Limau Sepakat dengan luas lahan 94,9000 hektare.
Ketiga kelompok tersebut berada di Kecamatan Asam Jujuhan dan menjadi bagian dari upaya pengembangan perkebunan rakyat melalui program peremajaan yang didukung pemerintah.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Dharmasraya, Lasmiyati, melalui Kepala Bidang Perkebunan, Ipentri, Sabtu (31/10/2026), menjelaskan bahwa Program PSR merupakan salah satu langkah untuk meningkatkan produktivitas perkebunan kelapa sawit rakyat.
Menurutnya, peremajaan diperlukan untuk mengganti tanaman yang sudah tua, tidak produktif, atau menggunakan benih yang tidak unggul. Melalui penggantian tanaman tersebut, pekebun diharapkan memiliki kebun yang lebih produktif dan mampu memberikan hasil yang lebih baik dalam jangka panjang.
Ip entri juga menjelaskan bahwa pelaksanaan PSR di Kabupaten Dharmasraya tidak hanya berlangsung di Kecamatan Asam Jujuhan. Program serupa telah berjalan di sejumlah kecamatan lainnya sehingga manfaatnya dapat menjangkau lebih banyak pekebun.
Program PSR dikelola oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), yang mendukung pembiayaan peremajaan perkebunan kelapa sawit rakyat. Melalui program ini, petani memperoleh dukungan untuk melakukan penanaman kembali dengan tanaman yang diharapkan lebih produktif.
Bagi petani, peremajaan kebun menjadi investasi jangka panjang. Selain membutuhkan biaya, proses tersebut juga memerlukan perencanaan karena tanaman sawit yang baru ditanam membutuhkan waktu sebelum kembali menghasilkan secara optimal.
Ketua Kelompok Tani Asam Sakti Sejahtera, Suhaimi, dari Nagari Alahan Nan Tigo, menyampaikan terima kasih kepada Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani atas perhatian dan perjuangannya dalam mendukung keberlangsungan perkebunan rakyat, khususnya di Kecamatan Asam Jujuhan.
Ia berharap perhatian pemerintah daerah terhadap petani kelapa sawit dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak pekebun memperoleh kesempatan untuk meremajakan kebun dan meningkatkan produktivitasnya.
Dukungan tersebut diharapkan tidak hanya berdampak pada perbaikan kondisi perkebunan, tetapi juga memperkuat perekonomian keluarga petani dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kabupaten Dharmasraya.




















