Kabarminang — Sebanyak 13 orang mendapatkan penanganan medis setelah diduga mengalami keracunan makanan sesudah menyantap hidangan pesta pernikahan di Gedung SMK Negeri 2 Padang, Sumatera Barat, pada Minggu (1/11/2026) sore. Dari jumlah tersebut, tiga orang harus dirawat di rumah sakit.
Kepala Rumah Sakit Tentara (RST) Dr. Reksodiwiryo Padang, Letkol Ckm. dr. Ichsan Fahmi, mengatakan bahwa semua pasien telah mendapatkan penanganan medis. Namun, katanya, hanya tiga orang yang memerlukan perawatan lebih lanjut.
Ichasan menjelaskan bahwa berdasarkan informasi awal yang diterima tim medis, para pasien berasal dari lokasi pesta pernikahan tersebut. Pihaknya menduga gangguan kesehatan yang dialami mereka berkaitan dengan hidangan dalam acara baralek.
“Setelah kita tanyakan dari tim jaga kita, bahwa ini kasus dari kejadian di tempat acara baralek, berarti kemungkinan besar adalah keracunan,” ujar Ichsan.
Dari tiga pasien yang menjalani perawatan, kata Ichsan, satu orang dirujuk ke RSUP Dr. M. Djamil Padang karena mengalami dehidrasi berat. Ia menyebut bahwa pasien itu merupakan anak berusia lima tahun. Sementara itu, katanya. dua pasien lainnya masih dirawat di RST Dr. Reksodiwiryo Padang. Keduanya terdiri atas satu anak-anak dan satu orang dewasa.
Salah seorang orang tua pasien, Zainudin, mengatakan bahwa anaknya mulai mengeluhkan sakit perut setelah pulang dari pesta pernikahan di kawasan Simpang Haru.
“Di rumah tadi pulang dari pesta itu anak saya mengeluhkan sakit perut terus menerus sekitar pukul 18.00 WIB,” tuturnya.
Melihat kondisi anaknya, Zainudin kemudian membawa anak tersebut ke RST Dr. Reksodiwiryo Padang menggunakan becak yang dipinjam dari warga di dekat rumahnya.
















