Kabarminang – Pemerintah Kabupaten Dharmasraya menyerahkan bantuan dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia berupa 12,3 ton benih jagung hibrida Pioneer 27 dan tiga unit traktor roda empat (TR4) kepada petani di daerah itu.
Penyerahan bantuan tersebut dilakukan secara simbolis oleh Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, bersama Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, di Nagari Sitiung, Kecamatan Sitiung, Jumat (30/10/2026).
Bantuan benih jagung itu menjangkau 42 kelompok tani dengan total 1.515 anggota dan luas lahan mencapai 820 hektare. Sementara itu, tiga unit TR4 dialokasikan kepada tiga kelompok tani, yakni Kelompok Tani Rawang Puri, Kelompok Tani Fastabikul Khairat, serta Kelompok Tani Sawah Lopo.
Annisa mengatakan bantuan tersebut merupakan bantuan yang diajukan pada November 2025. Menurutnya, bantuan itu harus menjadi momentum untuk meningkatkan produksi pertanian sekaligus menangkap peluang ekonomi dari keberadaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Keberadaan MBG harus dimanfaatkan petani dan peternak lokal untuk memasok berbagai kebutuhan bahan baku, seperti telur, ikan, ayam, dan daging. Dengan demikian, kebutuhan program tersebut dapat dipenuhi melalui produksi masyarakat Dharmasraya sendiri,” ujarnya.
Annisa menjelaskan, kebutuhan jagung untuk pakan ternak masih banyak didatangkan dari luar daerah. Padahal, jagung merupakan salah satu bahan baku penting untuk mendukung usaha peternakan, khususnya peternakan ayam yang menjadi bagian dari rantai pasok kebutuhan MBG.
“Anggaran MBG yang diperkirakan mencapai Rp1 miliar per hari ini harus bisa berputar di Dharmasraya. Kita harus mempersiapkan petani dan peternak agar mampu menjadi pemasok kebutuhan program tersebut,” tegasnya.
Terkait pengembangan komoditas jagung, Annisa menyebutkan bahwa lahan seluas 820 hektare yang mendapatkan dukungan benih tersebut ditargetkan mampu menghasilkan sekitar 5.700 ton jagung saat panen.
Ia melanjutkan, untuk memberikan kepastian pasar bagi petani, Pemerintah Kabupaten Dharmasraya juga mempersiapkan skema penyerapan hasil panen dengan harga minimal Rp8.000 per kilogram. Langkah tersebut diharapkan dapat memberikan kepastian harga sekaligus meningkatkan semangat petani dalam mengembangkan komoditas jagung.
Sementara itu, Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, mengatakan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap petani melalui berbagai kebijakan pemerintah di sektor pertanian.
“Ini bukti bahwa Presiden Prabowo sangat cinta kepada petani. Banyak kebijakan beliau yang berpihak kepada petani. Kita patut bersyukur kepada Allah SWT atas bantuan ini, mudah-mudahan ke depan ditambah lagi,” ungkap Vasko.
Ia berpesan agar bantuan yang diberikan benar-benar dimanfaatkan secara optimal sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan petani. Vasko juga menegaskan bahwa program Presiden Prabowo Subianto bersama Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman harus berhasil dan memberikan manfaat nyata.





















