Kabarminang – Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatra Barat mencatat jumlah penumpang penerbangan domestik yang datang melalui Bandara Internasional Minangkabau (BIM) mengalami penurunan tajam pada April 2026. Kedatangan penumpang domestik tercatat turun 41,80 persen dibandingkan bulan sebelumnya, seiring berakhirnya periode mudik dan arus balik Lebaran.
Kepala BPS Sumatra Barat, Nurul Hasanudin, mengatakan penurunan juga terjadi pada jumlah penumpang domestik yang berangkat dari BIM. Pada April 2026, jumlah penumpang yang berangkat tercatat sebanyak 86,76 ribu orang atau turun 6,11 persen dibandingkan Maret 2026 yang mencapai 92,40 ribu orang.
“Jumlah penumpang domestik yang datang pada April 2026 hanya 67,39 ribu orang, menyusut hampir setengahnya akibat siklus pasca-Lebaran,” ujar Nurul dalam keterangannya, Selasa (2/6/2026).
Menurutnya, penurunan jumlah penumpang yang datang masih dipengaruhi faktor musiman setelah berakhirnya puncak mobilitas masyarakat selama Lebaran. Namun, untuk penurunan jumlah penumpang yang berangkat, BPS menilai perlu dilakukan kajian lebih lanjut.
“Kami memerlukan kajian lebih mendalam untuk memastikan apakah penurunan keberangkatan ini juga dipicu oleh faktor tarif tiket yang tinggi atau adanya pengurangan rute penerbangan,” kata Nurul.
Di tengah penurunan penerbangan domestik, sektor penerbangan internasional justru menunjukkan tren positif. Jumlah penumpang yang berangkat ke luar negeri melalui BIM pada April 2026 meningkat 13,40 persen menjadi 17,81 ribu orang dibandingkan bulan sebelumnya.
Meski demikian, jumlah penumpang internasional yang datang ke Sumatra Barat mengalami penurunan. Pada April 2026, kedatangan penumpang internasional tercatat sebanyak 15,27 ribu orang atau turun 21,04 persen dibandingkan Maret 2026.
Selain transportasi udara, BPS juga mencatat penurunan pada sektor logistik laut. Volume barang yang dimuat melalui angkutan laut domestik pada April 2026 turun 34,55 persen menjadi 227,40 ribu ton.
Sebaliknya, aktivitas pembongkaran barang di pelabuhan laut menunjukkan peningkatan. Volume barang yang dibongkar naik 9,61 persen dari 321,06 ribu ton pada Maret 2026 menjadi 351,91 ribu ton pada April 2026.
Sementara itu, moda transportasi kereta api lokal kelas ekonomi mencatat pertumbuhan jumlah penumpang. Pada April 2026, jumlah penumpang yang berangkat menggunakan kereta api mencapai 202,28 ribu orang atau meningkat 7,35 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Namun, kinerja angkutan barang kereta api tidak sejalan dengan peningkatan jumlah penumpang. BPS mencatat volume barang yang diangkut menggunakan kereta api mengalami penurunan sebesar 29,53 persen secara bulanan.
“Jumlah barang yang diangkut dengan kereta api mengalami penurunan sebesar 29,53 persen dibandingkan bulan sebelumnya,” tutup Nurul.
















