Kabarminang — Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) masih menjadi penyumbang angka pengangguran tertinggi di Sumatera Barat per Februari 2026.
“Penyumbang angka pengangguran tertinggi di Sumatera Barat masih didominasi lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA), yakni sebesar 31,99 persen dari total pengangguran,” kata Kepala BPS Sumatera Barat, Nurul Hasanudin, saat konferensi pers, Selasa (5/5/2026).
Sementara itu, pengangguran paling rendah berasal dari lulusan Diploma I, II, dan III yang tercatat sebesar 6,79 persen per Februari 2026.
Ia melanjutkan, angka Pengangguran Terbuka (TPT) di Sumatera Barat per Februari 2026 tercatat sebesar 5,51 persen atau turun 0,18 persen dibandingkan Februari 2025.
“Jumlah pengangguran berkurang sebanyak 1,05 ribu orang jika dibandingkan Februari 2025,” katanya.
Ia merinci, pada Februari 2026 terdapat 3,06 juta penduduk yang bekerja dan 178,68 ribu orang pengangguran. Jumlah penduduk bekerja meningkat sebanyak 85,75 ribu orang dalam kurun waktu satu tahun terakhir.
“Dari 3,06 juta penduduk yang bekerja, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan masih menjadi penyerap tenaga kerja terbesar di Sumatera Barat dengan porsi 32,95 persen,” ujarnya.
Menurut Nurul, jumlah penduduk usia kerja berusia 15 tahun ke atas meningkat menjadi 4,52 juta jiwa atau naik 67,65 ribu jiwa dibandingkan Februari 2025.
















