Kabarminang – Pemerintah Kota Payakumbuh melalui Dinas Ketahanan Pangan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di halaman Kantor Camat Payakumbuh Timur, Rabu (20/5/2026) pagi. Kegiatan ini dilakukan untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah sekaligus mengendalikan inflasi daerah.
Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta, melalui Wakil Wali Kota Elzadaswarman mengatakan kebutuhan masyarakat terhadap bahan pangan pokok cenderung meningkat menjelang hari besar keagamaan. Karena itu, pemerintah daerah hadir untuk memastikan masyarakat tetap memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau.
“Kita telah menyiapkan sejumlah komoditas pangan strategis dengan harga terjangkau guna membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok menjelang Iduladha,” ujar Elzadaswarman.
Ia menjelaskan, Gerakan Pangan Murah merupakan langkah konkret pemerintah dalam menjaga keterjangkauan harga pangan, mengendalikan inflasi daerah, serta memperkuat ketahanan pangan masyarakat.
Elzadaswarman juga mengajak seluruh pihak, mulai dari distributor, Bulog, pelaku usaha pangan, kelompok tani hingga masyarakat untuk bersama-sama menjaga stabilitas pasokan dan tidak melakukan panic buying.
“Kami juga mengimbau masyarakat agar mulai menerapkan pengelolaan pangan rumah tangga secara bijak, mengurangi pemborosan, serta memanfaatkan pangan lokal sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan keluarga,” katanya.
Menurutnya, Pemerintah Kota Payakumbuh akan terus memantau perkembangan harga dan ketersediaan bahan pangan di pasaran guna memastikan kondisi daerah tetap aman dan kondusif menjelang Iduladha. Selain itu, pemerintah juga mewaspadai dampak anomali iklim yang diperkirakan dapat memengaruhi produksi pertanian serta distribusi sejumlah komoditas pangan strategis.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Payakumbuh, Edvidel Arda, mengatakan pemerintah menyediakan berbagai kebutuhan pokok dengan harga di bawah harga pasar.
Komoditas yang dijual antara lain beras lokal Anak Daro sebanyak 3,5 ton dalam kemasan 10 kilogram seharga Rp140 ribu per kemasan. Selain itu, tersedia pula beras SPHP sebanyak 100 kilogram dengan harga Rp63 ribu.
Untuk komoditas hortikultura, pemerintah menyediakan cabai merah sebanyak 300 kilogram dengan harga Rp30 ribu per kilogram dan bawang merah sebanyak 297 kilogram dengan harga Rp25 ribu per kilogram.
“Selain itu, gula pasir disediakan sebanyak 300 kilogram dengan harga Rp15 ribu per kilogram. Kemudian telur ayam sebanyak 300 lapiak dijual dengan harga Rp40 ribu per lapiak, serta minyak goreng sebanyak 300 liter dalam kemasan dua liter dengan harga Rp30 ribu,” jelas Edvidel.
Ia menambahkan, Gerakan Pangan Murah merupakan bentuk kepedulian pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan ketersediaan bahan pangan pokok tetap aman dan stabil.
Antusiasme masyarakat terlihat sejak pagi. Warga memadati halaman Kantor Camat Payakumbuh Timur untuk membeli berbagai kebutuhan pokok yang dijual dengan harga lebih murah.
Kegiatan tersebut diperuntukkan bagi masyarakat Kota Payakumbuh dengan syarat menunjukkan fotokopi kartu tanda penduduk (KTP) saat melakukan pembelian.
















