“Pemkot enggak lakukan itu. Masih menenggang, masih mencari solusi,” ujarnya.
Bantah Satpol PP Memulai Kericuhan
Ramlan juga membantah tudingan bahwa personel Satpol PP menjadi pihak yang memulai kericuhan saat pengamanan aset berlangsung.
“Yang memulai itu bukan Satpol PP, dari vidio kan ada itu, bahwa adanya orang-orang dari pihak kampus mengejar petugas,” katanya.
Menurutnya, justru terdapat personel Satpol PP yang menjadi korban dugaan kekerasan dalam insiden tersebut.
“Dari personel juga ada tindakan kekerasan,” katanya.
Ramlan juga menyayangkan keterlibatan mahasiswa dalam peristiwa tersebut karena menurutnya sengketa yang terjadi merupakan persoalan antara pemerintah daerah dan pihak yayasan.
“Saya sayangkan, kenapa mahasiswa dilibatkan,” ujarnya.
Menanggapi laporan sejumlah dosen Universitas Fort De Kock ke Polresta Bukittinggi, Ramlan mengatakan pihaknya menghormati proses hukum yang sedang berjalan.
“Silakan saja, nanti kita lihat. Itu kan baru sepihak,” katanya.
Pemko Tegaskan Fokus Amankan Aset Daerah
Ramlan menegaskan langkah pengamanan yang dilakukan pemerintah semata-mata bertujuan menjaga aset daerah yang menjadi tanggung jawab pemerintah.
















