Dalam pertemuan itu, Khairunas menyampaikan bahwa seluruh kelengkapan administrasi dan persyaratan pembangunan telah disiapkan sesuai ketentuan, dan saat ini pemerintah daerah tinggal menunggu keputusan dari Kementerian Sosial terkait jadwal pelaksanaan pembangunan.
“Alhamdulillah, seluruh persyaratan yang diminta telah kita siapkan. Karena itu, kita mendorong dan berharap kepada Kementerian Sosial agar Solok Selatan dapat segera memperoleh realisasi pembangunan Sekolah Rakyat,” ujarnya.
Ia melanjutkan, Pemerintah Kabupaten Solok Selatan telah menyiapkan lahan seluas 11,28 hektare yang berlokasi di Golden Arm, Kecamatan Sangir, untuk pembangunan sekolah tersebut. Saat ini, lahan tersebut juga telah dilakukan pembersihan dan penyiapan (land clearing) agar siap digunakan.
Selain itu, akses air bersih juga turut dipersiapkan untuk mendukung kebutuhan sekolah yang direncanakan sebagai kawasan berasrama bagi para siswa.
Khairunas juga menyampaikan bahwa proses pendataan calon siswa terus dilakukan. Calon peserta didik tersebut berasal dari keluarga miskin atau miskin ekstrem yang terdata dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
Ia berharap, dengan berbagai persiapan yang telah dilakukan, Kementerian Sosial dapat segera merealisasikan pembangunan Sekolah Rakyat di Solok Selatan.
“Besar harapan kami kiranya Kementerian Sosial dapat memberikan dukungan dan mempercepat proses pembangunan, sehingga manfaat program ini dapat segera dirasakan oleh masyarakat kami,” tutupnya.
Sekolah Rakyat merupakan program pendidikan berasrama gratis dari pemerintah Indonesia untuk anak-anak dari keluarga prasejahtera dan berkekurangan. Program di bawah Kementerian Sosial ini menanggung seluruh biaya pendidikan dan kebutuhan hidup siswa dari jenjang SD hingga SMA sebagai upaya memutus rantai kemiskinan ekstrem.
















