Kabarminang – Pemerintah Kabupaten Solok Selatan terus mengembangkan jalur pendakian Gunung Kerinci melalui wilayahnya sebagai destinasi wisata petualangan unggulan di Sumatera Barat. Upaya tersebut mendapat dorongan setelah enam pendaki dari komunitas Beyond Run berhasil mencapai puncak Gunung Kerinci melalui jalur Solok Selatan hanya dalam waktu sekitar 30 jam.
Keberhasilan pendakian yang berlangsung pada 28–29 Juli 2026 itu menunjukkan jalur yang selama ini dikenal membutuhkan waktu tempuh empat hingga lima hari dapat dilalui dengan pola pendakian dua hari satu malam melalui perencanaan yang matang dan pendampingan pemandu berpengalaman.
Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Solok Selatan, Pamil Ruskamdani, mengatakan capaian tersebut menjadi bukti bahwa jalur pendakian via Solok Selatan layak diperhitungkan sebagai alternatif menuju puncak Gunung Kerinci.
Menurutnya, pengembangan jalur pendakian bukan hanya bertujuan membuka akses wisata alam, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di sekitar kawasan.
“Pendaki membutuhkan homestay, logistik, jasa guide, porter, transportasi hingga kuliner. Semua itu memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar,” kata Pamil.
Ia menyebut Pemerintah Kabupaten Solok Selatan terus membenahi berbagai infrastruktur pendukung untuk meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pendaki. Upaya tersebut dilakukan melalui perbaikan akses menuju Visitor Center, pelebaran jalur menuju Camp Andalas, serta pembangunan jembatan dan jalan patroli bekerja sama dengan Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS).
Selain akses yang terus ditingkatkan, jalur Solok Selatan menawarkan pengalaman berbeda dibandingkan jalur pendakian lainnya. Pendaki dapat menikmati hutan hujan tropis yang masih terjaga, air terjun, hutan lumut, serta beragam satwa liar yang menjadi daya tarik tersendiri.
Salah seorang anggota Beyond Run, Iman, mengatakan karakter jalur Solok Selatan relatif lebih landai pada delapan kilometer pertama sehingga pendaki dapat menghemat tenaga sebelum memasuki tanjakan menuju puncak.
“Medannya relatif landai sehingga tenaga bisa dihemat sebelum memasuki tanjakan menuju puncak,” ujarnya.
Pendaki lainnya, Mul Azmi, menilai daya tarik utama jalur tersebut bukan hanya puncak Gunung Kerinci, melainkan juga pengalaman menyusuri kawasan hutan yang masih alami.
“Bukan hanya mengejar puncak, jalur ini memberikan pengalaman menikmati hutan yang benar-benar masih alami,” katanya.
Pemkab Solok Selatan berharap keberhasilan pendakian tim Beyond Run dapat meningkatkan minat wisatawan dan pendaki untuk mencoba jalur Kerinci via Solok Selatan. Dengan dukungan infrastruktur dan potensi alam yang dimiliki, jalur tersebut diharapkan menjadi salah satu ikon wisata petualangan baru di Sumatera Barat.















