Kabarminang — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Solok Selatan mendorong seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) beroperasi sesuai standar prosedur yang berlaku sekaligus memberikan manfaat bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Hal itu disampaikan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Solok Selatan sekaligus Wakil Ketua Satuan Tugas MBG, Taufik Effendi. Ia menyebut, program Makan Bergizi Gratis (MBG) memiliki tujuan meningkatkan kualitas gizi anak Indonesia serta diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.
“Selain untuk memberi manfaat kepada pelajar, bagaimana MBG ini nilai ekonominya juga bisa berdampak pada UMKM di,” katanya dalam Rapat Evaluasi Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Aula Sarantau Sasurambi Kantor Bupati Solok Selatan, Rabu (13/5/2026).
Ia melanjutkan, Satgas MBG Solok Selatan saat ini masih menemukan sejumlah kendala meski telah terdapat 14 SPPG yang beroperasi. Kendala tersebut mulai dari belum melibatkan UMKM dan pelaku usaha sebagai pemasok bahan baku hingga alokasi makanan yang belum mencakup seluruh kebutuhan.
Salah satu persoalan yang disorot yakni masih adanya SPPG yang belum memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Hal itu disebabkan hasil Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) belum memenuhi ketentuan sebesar 80 persen.
Selain itu, jumlah SPPG di Solok Selatan saat ini juga dinilai masih belum mencukupi. Dari total sekitar 64 ribu sasaran program MBG, penerima manfaat baru mencapai 34,8 ribu orang dengan asumsi setiap SPPG menyediakan menu untuk 2.500 penerima.
















