Kabarminang – Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman resmi meluncurkan destinasi wisata baru di kawasan Kampung Nelayan Pantai Katapiang, Kamis (30/4/2026). Peresmian ditandai dengan pemukulan gandang tasa oleh bupati sebagai simbol dimulainya pengembangan sekaligus promosi kawasan wisata pesisir tersebut.
Peluncuran ini dikemas berbeda melalui Pagelaran Baju Kurung, Basiba, dan Kebaya Tempo Doeloe dalam rangka memperingati Hari Kartini 2026. Kegiatan tersebut menjadi perpaduan antara pelestarian budaya dan strategi promosi pariwisata, yang melibatkan TP-PKK Kabupaten Padang Pariaman bersama Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga.
Dalam sambutannya, Bupati Jhon Kenedy Aziz menegaskan bahwa pemilihan lokasi di kawasan wisata bukan sekadar seremonial, melainkan langkah nyata dalam menghidupkan potensi daerah.
“Kita ingin menunjukkan bahwa Padang Pariaman tidak hanya kaya budaya, tetapi juga memiliki potensi wisata luar biasa. Promosi tidak cukup hanya lewat media, harus ada aktivitas nyata yang langsung dirasakan pengunjung,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Padang Pariaman, Anton Wira Tanjung, menyampaikan bahwa Desa Wisata Ketaping telah resmi ditetapkan sebagai destinasi unggulan daerah. Kawasan ini menawarkan beragam atraksi wisata, mulai dari kuliner, surfing, diving, hingga kunjungan ke Pulau Pieh.
“Untuk wisata olahraga tersedia voli pantai, barefoot running, hingga fishing. Ini paket lengkap untuk wisata keluarga maupun komunitas,” jelasnya.
Kini, wajah Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Katapiang telah bertransformasi menjadi kawasan wisata bahari yang lebih modern dan tertata. Pengunjung disambut dengan lanskap pesisir yang asri, akses jalan yang rapi, serta sentra kuliner hasil laut segar.
Fasilitas penunjang juga tersedia lengkap, seperti musholla, toilet bersih, bale nelayan, kios perbekalan, hingga area edukasi aktivitas nelayan modern, termasuk shelter pendaratan ikan dan docking kapal.
Dari sisi lingkungan, kawasan ini turut dilengkapi sistem pengelolaan sampah dan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan wisatawan.
Pemerintah daerah berharap, Desa Wisata Katapiang dapat menjadi destinasi unggulan baru yang tidak hanya mengangkat ekonomi masyarakat pesisir, tetapi juga memperkuat identitas budaya Minangkabau.
















