“Dalam SK itu ada 20 nama panitia, tetapi saya tidak melihat nama-nama tersebut bertugas di lokasi pertandingan. Akhirnya, wasit dan juri juga merangkap pekerjaan sebagai panitia,” katanya.
Persoalan lain yang menjadi perhatian MS adalah beban kerja wasit bernama Yusrizaldi yang dilaporkan tumbang dan menjalani perawatan di rumah sakit. Menurutnya, wasit tersebut memimpin 26 partai semifinal sebelum kembali memimpin 13 partai final pada hari yang sama tanpa pergantian.
“Bayangkan, semifinal ada 26 partai yang dipimpinnya, kemudian di final ada 13 partai lagi. Menurut yang saya ketahui, dia memimpin pertandingan itu tanpa pergantian sampai selesai,” katanya.
MS mendesak pengurus dan penyelenggara mengevaluasi pelaksanaan wushu Porprov XVI Sumbar, terutama terkait pengadaan peralatan, pembagian tanggung jawab panitia, pengaturan beban kerja wasit, serta penanganan petugas yang mengalami kondisi darurat.
“Ini ajang resmi tingkat provinsi. Kalau anggaran dan kepanitiaan sudah disiapkan, harus jelas juga bagaimana pelaksanaannya. Jangan sampai masalah perlengkapan, pembagian tugas, sampai penanganan wasit justru menjadi persoalan,” katanya.
Hingga berita ini diturunkan, tim Sumbarkita masih berupaya meminta keterangan kepada pihak penyelenggara. Informasi selanjutnya akan disampaikan dalam pemberitaan berikutnya.
















