Kabarminang – Penyelenggaraan cabang olahraga (cabor) wushu pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat (Sumbar) 2026 di Sporthall Bukittinggi Ateh Ngarai, Kota Bukittinggi, menuai kritik setelah seorang wasit bernama Yusrizaldi dilaporkan tumbang pada 10 Oktober 2026 usai memimpin 13 partai pertandingan.
Salah seorang pelatih wushu berinisial MS menyoroti sejumlah persoalan selama pertandingan yang berlangsung pada 5–10 Oktober 2026, mulai dari kelengkapan peralatan dan pembagian tugas panitia hingga penanganan wasit yang tumbang setelah memimpin pertandingan final.
“Menurut saya, penyelenggaraan wushu Porprov kali ini kacau. Bukan cuma masalah teknis pertandingan, tetapi hampir semua aspek perlu dipertanyakan,” ujarnya kepada Sumbarkita, Rabu (14/10/2026).
Ia menyebut salah satu persoalan yang ditemukan adalah penggunaan meja yang dipukul menggunakan batu sebagai pengganti gong. Selain itu, panitia disebut menggunakan telepon genggam sebagai pengganti stopwatch dan tidak menyediakan papan skor.
Ia juga mengatakan masing-masing kontingen diminta membeli ember sendiri untuk kebutuhan pertandingan.
Menurutnya, anggaran pengadaan perlengkapan tersebut seharusnya sudah tercantum dalam rencana anggaran biaya (RAB).
“Bahkan keset kaki aja diambil dari musala terdekat. Padahal, dalam RAB itu anggarannya sudah ada. Terus, mana? Matras yang sudah dipakai dicopot lagi dan dipindahkan ke tempat pertandingan selanjutnya, seperti bongkar pasang saja. Saya mempertanyakan kenapa fasilitas pertandingan tidak disiapkan dengan baik sejak awal,” paparnya.
MS turut mempersoalkan pembagian tugas kepanitiaan. Ia mengatakan sejumlah wasit dan juri harus merangkap tugas sebagai panitia, padahal menurut keterangannya terdapat 20 nama dalam daftar kepanitiaan yang tercantum dalam surat keputusan (SK).
















