Salah seorang pedagang minuman mengaku bisa menjual ratusan gelas dalam beberapa jam.
“Kalau ada pacu kuda begini, pembeli tidak putus. Kami sangat terbantu,” ujarnya.
Selain menjadi ajang olahraga tradisional yang sarat gengsi antar pemilik kuda, Pacu Kudo di Padang Pariaman juga dikenal sebagai ruang silaturahmi masyarakat lintas daerah. Banyak pengunjung datang bersama keluarga, menjadikan event tersebut sebagai hiburan akhir pekan.
Pemerintah daerah berharap perhelatan semacam ini terus memberi efek berganda, baik terhadap sektor pariwisata, UMKM, maupun pemberdayaan pemuda nagari.
Dengan ribuan orang yang datang dan perputaran uang yang terjadi sepanjang hari, Pacu Kudo tak hanya menghadirkan adrenalin di lintasan, tetapi juga denyut ekonomi yang terasa langsung di tengah masyarakat.















