Meski menghadapi perubahan ketentuan, Ade tetap melanjutkan proses penulisan. Ia menyesuaikan karya ilmiahnya dengan ketentuan yang diberikan panitia hingga dapat diselesaikan dan dikirimkan untuk mengikuti penilaian.
Dalam proses tersebut, Ade mendapat bimbingan dari dosen dan dukungan rekan-rekan satu jurusannya. Persiapan mengikuti kompetisi dilakukan sekitar dua pekan, sehingga ia harus memanfaatkan waktu yang tersedia untuk menyelesaikan karya tulis.
KINMU 2026 juga menjadi perlombaan pertama yang diikuti Ade selama menjalani perkuliahan. Dalam proses persiapannya, ia mendapat dukungan penuh dari dua dosen, yakni M. Yusuf yang akrab disapa Bang Injon dan Faisal.
Di balik prestasi tersebut, Ade berasal dari keluarga sederhana. Ia merupakan satu dari enam bersaudara dan empat saudaranya telah menikah.
Ayah Ade meninggalkan keluarga ketika ia dan saudara-saudaranya masih kecil. Sejak saat itu, ibunya menjadi pihak yang menafkahi keluarga.
Untuk membantu kebutuhan kuliahnya, Ade mendapat dukungan dari ibu dan abangnya. Ibunya sehari-hari bekerja sebagai petani, sedangkan abangnya bekerja sebagai kuli bangunan.
Dukungan keluarga, bimbingan dosen, serta bantuan rekan satu jurusan menjadi bagian penting dalam perjalanan Ade menyelesaikan karya ilmiahnya. Dari proses tersebut, ia akhirnya berhasil membawa pulang juara 3 dalam kompetisi karya tulis ilmiah tingkat nasional.
















