Kabarminang — Tim mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang menampilkan inovasi RANJAPI (Randang Jantung Pisang) dalam ajang Olimpiade Agama, Sains, dan Riset (OASE) pada cabang riset teknologi produk halal dan ketahanan pangan pada Kamis (5/11/2026).
Tim RANJAPI mendapat urutan ketiga dalam sesi presentasi inovasi yang diikuti peserta dari berbagai perguruan tinggi.
Tim tersebut terdiri atas Muhammad Helmi dari Program Studi Manajemen Bisnis Syariah, Miftahul Hasanah dari Program Studi Ekonomi Syariah, dan Aldo Rizona dari Program Studi Hukum Tata Negara. Ketiganya dibimbing oleh pelatih Roni Andespa.
Dalam sesi penilaian, tim mendapat waktu 10 menit untuk mempresentasikan inovasi melalui salindia dan demonstrasi lima tap pada situs web. Setelah itu, mereka mengikuti sesi tanya jawab selama 10 menit bersama dewan juri.
Tim RANJAPI berhasil menjawab semua pertanyaan yang diajukan juri sebelum melanjutkan ke tahap demonstrasi produk.
RANJAPI merupakan inovasi pengolahan limbah jantung pisang menjadi produk pangan bernilai tambah. Inovasi ini dikembangkan sebagai upaya mengatasi persoalan limbah jantung pisang dengan mengolahnya menjadi randang berdasarkan hasil riset dan literatur terdahulu.
Selain inovasi pengolahan pangan, RANJAPI juga mengintegrasikan teknologi ketertelusuran halal melalui kode QR dan sistem berbasis blockchain sederhana.
Teknologi tersebut dikembangkan untuk mendukung transparansi informasi produk. Melalui sistem itu, konsumen dapat menelusuri informasi terkait kehalalan produk.
Inovasi RANJAPI menjadi salah satu kontribusi mahasiswa UIN Imam Bonjol Padang dalam pengembangan produk berbasis riset yang menggabungkan teknologi, ketahanan pangan, dan prinsip halal.
Pengembangan produk tersebut juga menunjukkan pemanfaatan potensi bahan pangan yang selama ini menjadi limbah menjadi produk olahan bernilai tambah.






















