Kabarminang — Mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang bernama Rayhan Eriyandi (21 tahun) hilang setelah terseret ombak saat berenang di Pantai Labuang Baruak, Kampung Sungai Bungin, Nagari Koto Nan Tigo IV Koto Hilie, Kecamatan Batang Kapas, Pesisir Selatan, pada Rabu (19/8/2026) sore.
Wali Nagari Koto Nan Duo IV Koto Hilie, Mahardicka, mengatakan bahwa korban merupakan bagian dari rombongan 15 mahasiswa yang sedang menyelesaikan Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di wilayah tersebut sejak 22 Juli 2026.
”Masa pengabdian KKN mereka sebenarnya sudah selesai. Acara perpisahan di nagari telah digelar kemarin malam. Dosen pembimbing lapangan juga sudah berada di posko untuk persiapan kepulangan,” ujar Mahardicka kepada Kabarminang.com.
Mahardicka menjelaskan bahwa rombongan mahasiswa belum langsung bertolak ke kampus karena menunggu jadwal kepulangan bersama kelompok mahasiswa nagari tetangga keesokan harinya. Setelah berpamitan di kantor nagari pada siang hari, katanya, rombongan yang terdiri atas 5 mahasiswa laki-laki dan 10 mahasiswi tersebut pergi mengunjungi objek wisata Pantai Labuang Baruak.
Setibanya di lokasi sekitar pukul 16.40 WIB, kata Mahardicka, sebagian mahasiswa bersantai di tepi pantai sambil menyantap makanan, sedangkan delapan orang lainnya memutuskan masuk ke perairan untuk berenang. Ia menyebut bahwa korban, yang mengalami gangguan penglihatan (rabun), berenang bersama tiga rekannya dan mendapati kacamata yang dikenakannya terlepas, lalu jatuh ke dalam air.
”Korban berusaha menyelam untuk mencari kacamatanya yang jatuh. Pada saat bersamaan ombak besar tiba-tiba datang menggulung area tempat mereka berenang,” ucap Mahardicka.
Ketiga rekan korban, kata Mahardicka, berhasil berenang ke pinggir pantai dan menyelamatkan diri. Sementara itu, katanya, korban diduga kehilangan arah pandangan hingga akhirnya terseret arus laut ke tengah perairan.
Mahardicka mengatakan bahwa pihaknya menerima laporan mahasiswa terserat ombak tersebut pada pukul 16.45 WIB. Setelah mendapatkan laporan itu, ia langsung berkoordinasi dengan kepolisian, koramil, pemerintah kecamatan, dan instansi kebencanaan untuk menyelamatkan korban.














