Kabarminang — Akar penyebab munculnya endapan pada Pertalite di Sumatera Barat (Sumbar) belum diketahui meski proses investigasi rantai pasok telah dilakukan.
Kepala Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Sumbar, Adel Wahidi, mengungkapkan bahwa investigasi bersama pihak Pertamina masih terus berlangsung guna menyusuri seluruh jalur distribusi.
”Tim gabungan sudah menyusuri seluruh rantai distribusi BBM, dari proses pembongkaran dari kapal, pemompaan pipa ke tangki Depot Bungus Teluk Kabung, hingga pengangkutan mobil tangki ke SPBU,” kata Adel kepada Kabarminang.com pada Sabtu (3/10/2026).
Adel menjelaskan bahwa pemeriksaan dokumen hasil pengujian kualitas di laboratorium pada setiap tahapan distribusi tidak menunjukkan adanya kelainan.
”Pemeriksa telah mengecek laporan tes laboratorium untuk transaksi pembelian tanggal 22 dan 23 September. Sejauh ini, seluruh hasil pengujian dinyatakan memenuhi standar kualitas,” ujar Adel.
Namun, Adel menilai terdapat kejanggalan besar antara hasil dokumen laboratorium yang formal dengan kondisi riil bahan bakar di tengah masyarakat.
”Meskipun rantai proses di Pertamina tercatat aman secara dokumen, kenyataan di lapangan menunjukkan adanya BBM berendapan yang berdampak luas di beberapa daerah, seperti Pesisir Selatan dan Sijunjung,” ucap Adel.
Guna membongkar akar masalah yang membahayakan kendaraan konsumen itu, Adel menegaskan perlunya langkah penanganan yang lebih mendalam dan tegas.


















