Kabarminang – Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, menegaskan pentingnya peran perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus penggerak kemandirian bangsa di tengah tantangan global yang semakin kompleks.
Hal itu disampaikan Cak Imin saat memberikan kuliah umum di Gedung J Kampus III Sungai Bangek Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang, Kota Padang, Senin (15/6/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Cak Imin mengapresiasi pimpinan dan sivitas akademika UIN Imam Bonjol Padang. Ia berharap kampus itu mampu menjadi pusat lahirnya peradaban baru yang berlandaskan ilmu pengetahuan dan nilai-nilai keislaman.
“Saya berharap UIN Imam Bonjol menjadi pusat peradaban yang sesungguhnya dan mampu melahirkan teori-teori baru yang bermanfaat bagi bangsa,” ujarnya.
Menurutnya, Indonesia menghadapi tantangan besar untuk mewujudkan kemandirian nasional di tengah ketidakpastian global. Karena itu, pembangunan harus bertumpu pada kekuatan dalam negeri melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pemberdayaan masyarakat.
“Kita tidak boleh terus-menerus bergantung pada konstelasi global yang penuh ketidakpastian. Jika kita terus bergantung pada kurs dolar dan perdagangan global, maka kita tidak akan pernah menjadi kekuatan ekonomi yang mandiri,” katanya.
Cak Imin menilai perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam menyiapkan generasi yang mampu menjawab tantangan tersebut. Menurutnya, kampus tidak hanya bertugas mencetak lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kepemimpinan dan kepedulian terhadap masyarakat.
“Saya berharap lulusan UIN Imam Bonjol benar-benar menjadi pemimpin yang siap memberikan kontribusi bagi kemandirian bangsa, baik di bidang agama, ekonomi, sosial, budaya, maupun pemberdayaan masyarakat,” tuturnya.
Dalam kuliah umum itu, Cak Imin juga menekankan bahwa pembangunan bangsa harus selalu berlandaskan ilmu pengetahuan. Ia menyebut kampus memiliki tanggung jawab untuk menjaga agar kebijakan publik tetap berada pada jalur yang benar melalui pendekatan ilmiah.
“Kita membutuhkan kampus yang benar-benar berdiri di atas ilmu pengetahuan. Bangsa ini akan tetap berada pada jalurnya jika seluruh kebijakan dan pembangunan berlandaskan ilmu pengetahuan,” katanya.
Ia mengingatkan berbagai persoalan dalam tata kelola pemerintahan sering muncul ketika ilmu pengetahuan tidak dijadikan dasar dalam pengambilan keputusan.
“Ketika ilmu pengetahuan tidak dijadikan rujukan, lalu yang dikedepankan hanya kepentingan politik atau kepentingan sesaat, maka yang terjadi adalah kekacauan dalam tata kelola,” ujarnya.
Karena itu, ia mengajak seluruh elemen bangsa, mulai dari pejabat pemerintah, teknokrat, akademisi hingga politisi, untuk menjadikan ilmu pengetahuan sebagai landasan utama dalam bekerja dan mengambil kebijakan.
Menurutnya, peran perguruan tinggi akan semakin penting pada masa mendatang sebagai pusat riset, pengembangan ilmu, dan lahirnya berbagai gagasan baru untuk menjawab tantangan pembangunan nasional.
“Karena itu perguruan tinggi, universitas, dan kampus-kampus memiliki posisi yang sangat strategis. Namun perguruan tinggi juga harus tetap taat asas dan konsisten menjunjung tinggi ilmu pengetahuan,” tutupnya.
Kuliah umum tersebut turut dihadiri Wali Kota Padang Fadly Amran, Rektor UIN Imam Bonjol Padang Prof. Martin Kustati, serta ribuan mahasiswa.
















