Kabarminang – Kualitas udara di Kota Padang Panjang, Sumatera Barat, berada dalam kategori tidak sehat pada Senin (14/9/2026) pagi. Kondisi tersebut ditandai dengan indeks kualitas udara atau AQI yang mencapai 162.
Data tersebut dilihat melalui laman IQAir pada pukul 08.50 WIB. Berdasarkan data yang ditampilkan, polutan utama adalah PM2.5 atau partikel halus berukuran hingga 2,5 mikrometer. Konsentrasi PM2.5 tercatat mencapai 71,3 mikrogram per meter kubik (µg/m³).
Konsentrasi tersebut mencapai 14,3 kali nilai panduan tahunan PM2.5 yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Data prakiraan juga mencatat suhu Kota Padang Panjang pada pagi hari sekitar 22 derajat Celsius, dengan kecepatan angin 7 kilometer per jam dan kelembapan 72 persen.
Dalam prakiraan per jam, AQI Kota Padang Panjang diperkirakan masih berada dalam kategori tidak sehat pada beberapa jam berikutnya. Pada pukul 09.00 WIB, AQI diperkirakan mencapai 157, kemudian turun menjadi 151 pada pukul 10.00 WIB.
Angka tersebut diperkirakan terus menurun menjadi 146 pada pukul 11.00 WIB, 140 pada pukul 12.00 WIB, 135 pada pukul 13.00 WIB, dan 130 pada pukul 14.00 WIB. Selanjutnya, AQI diperkirakan berada di angka 125 pada pukul 15.00 WIB, 121 pada pukul 16.00 WIB, 115 pada pukul 17.00 WIB, dan 109 pada pukul 18.00 WIB. Kemudian pada pukul 19.00 hingga 21.00 WIB, AQI diperkirakan masing-masing berada di angka 103.
Sementara itu, AQI Kota Padang Panjang pada Selasa (15/9/2026) diperkirakan berada di angka 89, Rabu (16/9/2026) 88, Kamis (17/9/2026) 80, Jumat (18/9/2026) 86, Sabtu (19/9/2026) 83, dan Minggu (20/9/2026) 101.
Dengan kondisi kualitas udara yang berada dalam kategori tidak sehat, masyarakat Padang Panjang diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan.















