Kabarminang – Kualitas udara di sejumlah wilayah Sumatera Barat (Sumbar) berada pada kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif berdasarkan pemantauan IQAir yang diakses pada Selasa (25/8/2026) sekitar pukul 15.20 WIB.
Dari tujuh wilayah yang dipantau, Talawi, Kota Sawahlunto, mencatat indeks kualitas udara (AQI) paling tinggi dengan angka 132 dan konsentrasi polutan utama PM2.5 mencapai 48,1 mikrogram per meter kubik (µg/m³).
Data yang ditampilkan IQAir menunjukkan kondisi udara Talawi berada pada kategori “Tidak sehat bagi kelompok sensitif”.
Talawi merupakan salah satu kecamatan di Kota Sawahlunto.
Setelah Talawi, kualitas udara dengan AQI tertinggi berikutnya tercatat di Payakumbuh dengan AQI 122 dan konsentrasi PM2.5 sebesar 44,3 µg/m³.
Kemudian Solok mencatat AQI 120 dengan PM2.5 sebesar 43,1 µg/m³.
Sementara itu, Kota Padang Panjang berada pada AQI 102 dengan konsentrasi PM2.5 sebesar 36,2 µg/m³.
Keempat wilayah tersebut sama-sama masuk kategori “Tidak sehat bagi kelompok sensitif”.
Berikut Data Kualitas Udara Sejumlah Wilayah Sumbar
Berdasarkan data yang ditampilkan IQAir, berikut kondisi kualitas udara tujuh wilayah Sumbar yang dipantau:
| Wilayah | AQI US | PM2.5 | Kategori |
| Talawi, Sawahlunto | 132 | 48,1 µg/m³ | Tidak sehat bagi kelompok sensitif |
| Payakumbuh | 122 | 44,3 µg/m³ | Tidak sehat bagi kelompok sensitif |
| Solok | 120 | 43,1 µg/m³ | Tidak sehat bagi kelompok sensitif |
| Padang Panjang | 102 | 36,2 µg/m³ | Tidak sehat bagi kelompok sensitif |
| Bukittinggi | 99 | 34,7 µg/m³ | Sedang |
| Padang | 89 | 29,5 µg/m³ | Sedang |
| Pariaman | 79 | 24,1 µg/m³ | Sedang |
Data tersebut menunjukkan adanya perbedaan cukup mencolok antarwilayah.
Talawi mencatat AQI 132, sedangkan Pariaman berada pada angka 79. Artinya, terdapat selisih 53 poin AQI antara wilayah dengan angka tertinggi dan terendah dalam pemantauan tersebut.
Talawi Sawahlunto Catat Angka Tertinggi
Kondisi paling menonjol terlihat di Talawi, Kota Sawahlunto.















