Dikembangkan Menuju Prestasi Olahraga
Kegiatan berkuda di Kanzul Ulum kemudian dikembangkan lebih jauh melalui olahraga memanah berkuda.
Pada April 2026, terdapat empat atlet berkuda memanah di lingkungan pesantren yang menjalani latihan secara intensif. Mereka mendapatkan bimbingan dari atlet nasional Azral Mardin.
Pembinaan tersebut diarahkan agar kegiatan berkuda dan memanah tidak berhenti sebagai aktivitas rekreasi, tetapi dapat berkembang menjadi bidang olahraga yang berorientasi pada prestasi.
Di tengah pengembangan berbagai keterampilan tersebut, pendidikan keagamaan tetap menjadi dasar pembelajaran di Kanzul Ulum.
Pesantren memiliki program kelas alim dan tahfiz. Santri kelas alim diarahkan mempelajari ilmu agama dan berbagai kitab, sedangkan kelas tahfiz berfokus pada hafalan Al-Qur’an.
Pembelajaran keagamaan juga mencakup hadis. Dalam laporan mengenai Kanzul Ulum pada 2021, santri disebut mendapatkan target hafalan hadis secara bertahap sesuai dengan tingkat pendidikannya.
Kehidupan pesantren berlangsung dalam pola pendidikan berasrama. Aktivitas santri dimulai dengan kegiatan ibadah, kemudian dilanjutkan dengan pembelajaran serta berbagai kegiatan pesantren lainnya.
Berawal dari Bekas Kandang Kambing
Kanzul Ulum juga memiliki perjalanan perkembangan yang cukup panjang. Pesantren tersebut disebut bermula dari kondisi sederhana. Bangunan awalnya merupakan bekas kandang kambing yang kemudian direhabilitasi menjadi kamar santri pada 2014.
Dari kondisi tersebut, pesantren terus berkembang dan membangun fasilitas pendidikan di kawasan Pasie Nan Tigo.















