Kabarminang – Kota Padang masih diselimuti kabut asap pada Sabtu (12/9/2026) pagi. Kondisi kabut terlihat semakin tebal dan membuat jarak pandang di sejumlah kawasan menjadi terbatas.
Berdasarkan pantauan IQAir pada pukul 07.00 WIB, kualitas udara di Kota Padang berada pada kategori berbahaya, dengan indeks kualitas udara (AQI) mencapai 345.
Polutan utama yang terpantau adalah PM2.5 dengan konsentrasi mencapai 247,4 mikrogram per meter kubik (µg/m³). Angka tersebut menunjukkan tingginya konsentrasi partikel halus di udara.
IQAir juga mencatat konsentrasi PM10 sebesar 241,6 µg/m³, sementara ozon (O₃) berada pada 49,7 µg/m³, nitrogen dioksida (NO₂) 66,2 µg/m³, dan sulfur dioksida (SO₂) 20 µg/m³.
Dalam keterangannya, IQAir menyebut konsentrasi PM2.5 di Padang saat itu mencapai 49,5 kali nilai panduan PM2.5 tahunan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Kondisi tersebut terjadi ketika cuaca Padang berada pada suhu sekitar 25 derajat Celsius, dengan kelembapan 83 persen dan kecepatan angin sekitar 3 kilometer per jam.
Pantauan prakiraan per jam menunjukkan kualitas udara diperkirakan masih buruk meski mengalami penurunan secara bertahap. AQI diperkirakan berada di angka 326 pada pukul 08.00 WIB, 307 pada pukul 09.00 WIB, 288 pada pukul 10.00 WIB, dan 269 pada pukul 11.00 WIB.
Sementara itu, prakiraan harian IQAir memperkirakan indeks kualitas udara Padang pada Sabtu berada di angka 140, kemudian 113 pada Minggu dan 89 pada Senin.
Data kualitas udara tersebut berasal dari satu stasiun pemantauan yang dicantumkan IQAir sebagai Indonesia Ministry of Environment and Forestry.
Kabut asap yang semakin tebal pada Sabtu pagi juga berdampak pada jarak pandang. Namun, angka jarak pandang dalam satuan meter atau kilometer belum tercantum dalam data IQAir yang dipantau.















