Ia menambahkan, secara geografis kawasan Lembah Anai berada di zona rawan bencana dengan kontur curam dan curah hujan tinggi, sehingga rentan terhadap longsor dan banjir bandang. Risiko tersebut, menurutnya, tidak dapat dihilangkan sepenuhnya, tetapi hanya bisa diminimalkan melalui mitigasi yang tepat.
“Keberadaan Tol Padang–Sicincin memang menjadi harapan baru. Namun selama belum tersambung penuh ke wilayah utara, ketergantungan pada jalur Lembah Anai masih akan tinggi,” ujarnya.
Timtim mendorong pemerintah daerah untuk tidak hanya berfokus pada perbaikan infrastruktur pascabencana, tetapi juga memperkuat ketahanan sistem transportasi jangka panjang.
Upaya tersebut dapat dilakukan melalui penguatan lereng, optimalisasi dam sabo, perbaikan drainase, serta pemanfaatan teknologi geospasial untuk sistem peringatan dini dan perencanaan mitigasi.
Ia berharap, dibukanya kembali jalur Lembah Anai menjadi momentum untuk mempercepat pembangunan koridor alternatif dan penguatan konektivitas wilayah, sehingga sistem transportasi tetap berfungsi meski salah satu jalur utama terganggu.
















