Di Jorong Sungai Data, satu fasilitas pendidikan berupa taman kanak-kanak (TK) terdampak longsor. Sementara itu, dua rumah warga di jorong tersebut terdampak banjir.
Dampak banjir juga terjadi di Jorong Kubang Balambak, Nagari Mungka. BPBD mencatat satu rumah warga di wilayah tersebut terendam.
Sektor pertanian turut mengalami kerugian. Sekitar tiga hektare sawah dan satu hektare ladang gambir di Jorong Koto Tinggi dilaporkan terdampak. Selain itu, sekitar dua hektare sawah di Jorong Kubang Balambak juga terdampak.
Meski menimbulkan kerusakan pada sejumlah fasilitas dan lahan masyarakat, BPBD memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Untuk penanganan bencana, BPBD telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Lima Puluh Kota serta perangkat jorong setempat.
Sejumlah unsur turut terlibat dalam penanganan, di antaranya BPBD, Polri, perangkat nagari, masyarakat, dan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Lima Puluh Kota.
Namun, BPBD mencatat kendala jaringan komunikasi dalam koordinasi penanganan di lapangan. Hingga laporan perkembangan pada Sabtu (7/11/2026), material longsor masih menutup jalan di Jorong Sungai Data.
Pembersihan menggunakan alat berat menjadi kebutuhan mendesak agar akses penghubung Kecamatan Harau dan Kecamatan Mungka dapat kembali dibuka.



















