Kabarminang — Maraknya fenomena pelaku dan pengkampanye Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) di Indonesia kini menjadi perhatian serius parlemen. Komisi VIII DPR RI menilai, masifnya penyebaran konten dan kampanye perilaku tersebut, terutama melalui media sosial, telah menjadi ancaman nyata bagi masa depan generasi muda dan tatanan moral bangsa Indonesia.
Keprihatinan mendalam tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Singgih Januratmoko. Menurutnya, media sosial yang kini sangat mudah diakses oleh anak-anak dan remaja berpotensi menjadi sarana normalisasi perilaku yang menyimpang dari kodrat dan konstitusi jika terus dibiarkan tanpa tindakan tegas.
“Jika konten kampanye LGBT dibiarkan bebas, hal ini berpotensi menormalisasi perilaku menyimpang tersebut. Media sosial tidak boleh menjadi panggung untuk mempromosikan gaya hidup yang menyimpang,” ujar Singgih dalam keterangan tertulisnya sebagaimana dilansir dari MUI Digital di Jakarta pada Minggu (14/6/2026).
Ia mengatakan bahwa infiltrasi budaya ini merusak mentalitas generasi penerus setiap hari. Oleh karena itu, Indonesia yang berlandaskan pada ideologi Pancasila dan Ketuhanan Yang Maha Esa tidak boleh tinggal diam melihat fenomena ini merusak tatanan sosial yang ada.
Mengingat ancaman yang kian nyata di ranah digital, Komisi VIII DPR RI mendesak Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) bersama aparat penegak hukum untuk mengambil langkah proaktif.
Pemerintah diminta bertindak lebih agresif dalam menyisir dan memblokir akun-akun maupun konten yang bermuatan kampanye LGBT.
“Kita tidak bisa tinggal diam melihat generasi muda terpapar infiltrasi budaya yang merusak ini setiap hari,” ucap legislator dari Fraksi Partai Golkar tersebut.
Singgih juga mengingatkan bahwa peran pengawasan tidak bisa hanya dibebankan pada negara.
Ia mengimbau para orang tua, lembaga pendidikan, dan tokoh agama untuk memperkuat benteng moral anak-anak sejak dini. Menurutnya, ketahanan keluarga adalah filter utama dalam menangkal paparan negatif dari dunia digital.















