Selain itu, kelompok Perlengkapan Rumah Tangga mengalami inflasi 5,99 persen. Pada kelompok ini, subkelompok furnitur mencatat kenaikan paling tinggi, yakni 13,10 persen.
Kelompok Penyediaan Makanan dan Minuman atau Restoran mengalami inflasi 3,99 persen dengan andil 0,44 persen. Kenaikan harga nasi berlauk dan aneka kuah menjadi salah satu pemicunya.
Sementara itu, kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya mengalami inflasi 3,57 persen, terutama dipengaruhi kenaikan harga emas perhiasan dan pasta gigi.
Kelompok Pakaian dan Alas Kaki tercatat mengalami inflasi 3,19 persen, kelompok Informasi dan Keuangan 3,03 persen, serta kelompok Pendidikan 1,74 persen.
Adapun inflasi pada kelompok Perumahan dan Air tercatat 1,03 persen, Rekreasi dan Budaya 1,38 persen, serta Kesehatan 1,28 persen.
Hasanudin menyebutkan, sejumlah komoditas yang memberikan andil inflasi tahunan antara lain beras, bensin, cabai merah, daging ayam ras, ikan cakalang, ikan gembolo, minyak goreng, cabai rawit, emas perhiasan, dan nasi berlauk.
Sebaliknya, beberapa komoditas justru memberikan andil deflasi tahunan, di antaranya bawang merah, telur ayam ras, kentang, wortel, jahe, parfum, bawang putih, dan kol putih.
Untuk inflasi bulanan Oktober 2026, komoditas yang memberikan andil terbesar meliputi cabai merah, cabai rawit, cabai hijau, ikan cakalang, biaya perguruan tinggi, pasta gigi, sawi hijau, dan beras.




















