Kabarminang – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar bersama Yayasan Sintas  memasang empat kamera jebak pada Jumat (19/9) di tiga titik strategis di sekitar lokasi tempat dua warga Solok Selatan diterkam harimau, yaitu di Bukit Batuang Gadang, Jorong Sungai Rambutan, Nagari Persiapan Batang Lolo, Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh (KPGD).
Kepala BKSDA Sumbar, Hartono, mengatakan bahwa pihaknya memasang kamera jebak itu untuk merekam aktivitas satwa liar, terutama harimau, yang kemungkinan masih berkeliaran.
“Dengan kamera trap, kami bisa memantau pergerakan satwa secara lebih akurat. Data ini sangat penting untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya,” kata Hartono dalam keterangan tertulis pada Minggu (21/9/2025).
Ia menyebut bahwa hingga sejak kamera jebak dipasang hingga Minggu (21/9/2025), belum ada tanda keberadaan harimau yang terekam. Namun, pihaknya menegaskan bahwa pemantauan tetap dilakukan secara berkala sampai situasi benar-benar kondusif.
Sebelum memasang kamera jebak, pihaknya sudah memasang kandang jebak. Hartono mengatakan bahwa setelah menerima laporan pada Selasa (16/9) malam bahwa dua warga di Solok Selatan diterkam harimau, pihaknya mengerahkan tim ke lokasi untuk melakukan pengamatan keesokan harinya. Langkah awal pihaknya ialah memasang kandang jebak bersama warga.
Hartono menjelaskan bahwa pihaknya memasang kandang jebak karena tim menemukan jejak dan cakaran harimau tak jauh dari tempat kejadian. Bahkan, katanya, jejak baru juga terlihat mengarah ke kawasan perladangan masyarakat. Temuan itu menguatkan dugaan pihaknya bahwa satwa tersebut masih berkeliaran di sekitar permukiman.
Hartono mengatakan bahwa merespons cepat laporan warga untuk memastikan keselamatan warga sekaligus mencegah konflik manusia dengan satwa liar meluas.
Selain itu, kata Hartono, BKSDA Sumbar berkoordinasi dengan pemerintah nagari, Polsek KPGD, dan perangkat daerah setempat untuk memberikan sosialisasi agar lebih berhati-hati dan mengurangi aktivitas berisiko tinggi di kebun. Pihaknya meminta warga untuk beraktivitas secara berkelompok, tidak sendirian, dan membatasi waktu bekerja di ladang dari pukul 9.00 sampai 16.00. Pihakna juga mengimbau warga untuk mengandangkan hewan peliharaan.
















