“Ayahnya berteriak untuk menyuruh Fathar pergi. Kemudian, Fahtar berlari menuju rumah. Sesampainya di rumah, Fathar memberitahukan kejadian tersebut kepada masyarakat sekitar rumah, lalu melaporkannya kepada wali jorong,” ujar Taufik.
Selanjutnya, kata Taufik, wali jorong melaporkan informasi itu kepada wali nagari dan bhabinkamtibmas. Setelah itu, kata Taufik, warga bersama-sama mencari korban. Sekitar pukul 19.45 WIB, katanya, warga menemukan kedua korban terluka akibat terkaman harimau, lalu membawa keduanya ke RSUD Muara Labuh.
Direktur RSUD Muara Labuh, Herry Harianto, mengatakan bahwa korban bernama Amsal diamputasi kakinya pada Rabu (17/9).
“Kaki kanannya diamputasi karena tidak bisa dipertahankan lagi. Tulang dan kulit kakinya habis semuanya,” ujar Herry pada Sabtu (20/9).
Ia menyebut bahwa Amsal masih dirawat RSUD Muara Labuh, sedangkan Fandi sudah dibolehkan pulang.
















