Dalam operasi hari keempat, tim SAR menggunakan berbagai peralatan, di antaranya rescue car double cabin, ambulans, perahu karet jenis Landing Craft Rubber (LCR) beserta motor tempel, drone thermal, peralatan SAR air, peralatan medis, perangkat komunikasi, peralatan mountaineering, serta perlengkapan pendukung lainnya.
Sebanyak 57 personel gabungan diterjunkan dalam operasi tersebut. Mereka terdiri atas sembilan personel Pos SAR Pasaman, enam personel BPBD Pasaman, masing-masing satu personel Bhabinkamtibmas dan Babinsa, serta 40 orang dari pemerintah nagari dan masyarakat.
Abdul Malik mengungkapkan, salah satu kendala selama pencarian adalah tidak tersedianya jaringan telekomunikasi di lokasi kejadian. Meski demikian, operasi SAR akan kembali dilanjutkan pada Kamis (9/7/2026) mulai pukul 07.30 WIB.
Sebelumnya, Haikal dilaporkan hilang dari rumahnya di Kampung Aek Kayu Ara pada Sabtu (4/7/2026) sore.
Kepala Seksi Pelayanan Nagari Koto Nopan, Ali Murti, mengatakan sebelum menghilang Haikal sempat menanyakan keberadaan kakaknya yang sedang berada di sawah. Tak lama kemudian, balita tersebut keluar rumah seorang diri.
Sekitar sepuluh menit kemudian, keluarga menyadari Haikal sudah tidak berada di sekitar rumah. Upaya pencarian yang dilakukan keluarga dan warga hingga malam hari tidak membuahkan hasil.
Ali juga meluruskan informasi yang sempat beredar di media sosial mengenai dugaan Haikal hanyut di sungai.
“Kami meluruskan informasi di media sosial yang menyebutkan korban hanyut. Itu tidak benar karena di dekat rumah korban tidak ada sungai. Sungai terdekat berada di jorong yang berbeda, tidak mungkin anak sekecil itu berjalan sejauh itu,” ujarnya.















