Ia mengatakan, dari hasil autopsi, penyidik juga belum menemukan indikasi bahwa korban sempat melakukan perlawanan sebelum meninggal dunia.
“Indikasi korban melakukan perlawanan belum ada. Namun, bila dilihat dari hasil pemeriksaan, korban meninggal karena kurang darah (anoksia anemik) yang disebabkan benda tajam dan trauma benda tumpul,” ujarnya.
Meski telah memeriksa puluhan saksi, pemeriksaan fisik, dan autopsi, pihaknya belum dapat memastikan apakah pelaku pembunuhan dilakukan oleh satu orang atau lebih.
“Untuk mengarah jumlah pelaku masih banyak kemungkinan. Yang penting kami fokus dulu mencari bukti-bukti yang mengarah ke pelaku, kemudian dikembangkan semaksimal mungkin,” ujarnya.
Ia menyebutkan, pihaknya tetap menjalin komunikasi dengan keluarga korban selama proses penyidikan berlangsung.
“Untuk jalinan komunikasi kami dengan pihak keluarga korban, dalam hal ini Uda Adif, terjalin baik. Setiap progres selalu kami sampaikan dan setiap informasi yang masuk kami tampung serta tindak lanjuti,” imbuhnya.















