Sebelum dipinjam, pemilik Honda Beat berpesan agar kendaraan tersebut diletakkan di bagasi rumah setelah selesai digunakan. Sementara itu, kuncinya diminta digantung di tempat yang telah ditentukan.
“Besok paginya motor itu sudah ada di tempat yang dipesankan, tetapi Iskandar tidak ditemukan,” ujar Satria menceritakan keterangan dari teman Iskandar.
Kecurigaan muncul ketika sejumlah teman Iskandar hendak mengajaknya melaut, tetapi ia tidak kunjung muncul dan tidak dapat dihubungi. Mereka kemudian menghubungi Satria untuk menanyakan keberadaannya.
Satria lantas mendatangi kontrakan pamannya. Di tempat itu, ia menemukan telepon genggam Iskandar masih terhubung ke pengisi daya. Sejumlah barang pribadi, seperti KTP, STNK, SIM A, SIM C, dokumen penting lainnya, serta perlengkapan menangkap ikan juga masih tertinggal.
“HP-nya masih tercolok, barang-barangnya juga ada, tetapi Iskandar tidak ada. Setelah itu kami mencari ke mana-mana dan melaporkannya ke polisi,” katanya.
Keluarga Dapat Informasi Dugaan Perselisihan
Dalam upaya mencari keberadaan Iskandar, Satria menghubungi sejumlah teman pamannya. Dari seorang rekan Iskandar yang biasa menyelam dan menangkap ikan menggunakan alat tembak, ia memperoleh informasi mengenai dugaan persoalan antara Iskandar dan seorang pria berinisial W yang tinggal di kawasan Carocok.
“Informasi dari temannya, Iskandar katanya ada masalah dengan W terkait istrinya. Katanya juga pernah ada ancaman terhadap Iskandar,” ujar Satria.
Satria mengatakan, ketika keberadaan Iskandar mulai dicari, W dan istrinya juga disebut tidak ditemukan di kontrakan yang sebelumnya mereka tempati di Carocok.

















